Ketika Prabowo Tak Pernah ubah Sistem Demokrasi Indonesia
RIAU24.COM - Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menyebut demokrasi memberikan ruang bagi siapa pun yang konsisten dan memiliki daya juang.
Dia mencontohkan perjalanan politik Prabowo Subianto yang berulang kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden namun akhirnya memenangkan kontestasi, dikutip dari rmol.id, Selasa, 24 Maret 2026.
"Prabowo itu petarung. Berkali-kali kalah, tapi tidak menjatuhkan sistem. Ia justru kembali lewat mekanisme demokrasi dan akhirnya menang," ujarnya.
Dia juga bicara peluang menjatuhkan pemerintah Prabowo dengan mekanisme demokrasi Indonesia saat ini.
Pertama, Fragmentasi Elite Politik
Upaya delegitimasi pemerintahan berpotensi memecah elite menjadi beberapa faksi yang saling berhadapan.