BI Mengerahkan Instrumen Moneter saat Rupiah Jatuh ke Level Terendah Sepanjang Masa
RIAU24.COM - Bank Indonesia berupaya menenangkan pasar pada hari Selasa setelah rupiah jatuh ke level terendah sepanjang masa terhadap dolar AS, dengan menjanjikan intervensi terukur untuk menstabilkan mata uang di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Rupiah ditutup pada 17.105 per dolar, lebih lemah daripada level yang terlihat selama krisis keuangan Asia 1998, ketika nilainya berkisar sekitar 16.800.
Wakil Gubernur Senior Destry Damayanti mengatakan bank sentral akan mengoptimalkan penggunaan instrumen kebijakan moneternya, termasuk Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) dan offshore Non-Deliverable Forwards (NDF), bersamaan dengan operasi pasar spot.
“Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, stabilitas adalah prioritas utama Bank Indonesia. Kami akan mengoptimalkan semua instrumen moneter dan langkah-langkah kebijakan yang tersedia untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Destry dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan bahwa bank sentral akan mempertahankan kehadiran yang konsisten dan terukur di pasar mata uang, meliputi transaksi spot, DNDF, dan operasi NDF di luar negeri.
Destry menunjuk pada meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebagai pendorong utama tekanan pada rupiah. Namun, ia mencatat bahwa dinamika yang sama telah mendorong kenaikan harga komoditas global, yang dapat memberikan dukungan bagi Indonesia sebagai eksportir utama.Panduan Budaya Indonesia