Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”, Honda dan Kepolisian Ajak 350 Mahasiswa UMRI Kenali Batas Tubuh Saat Berkendara
Dari sisi ilmu kopi, Lof Hendri menjelaskan bahwa rasa kantuk berkaitan dengan proses biologis tubuh. Semakin lama seseorang terjaga, semakin banyak adenosin yang menumpuk dan memberikan sinyal rasa lelah dan mengantuk. Tubuh juga memiliki ritme sirkadian yang memengaruhi tingkat kewaspadaan, khususnya pada malam hari atau di luar waktu biologis tubuh.
“Kafein yang diserap dalam tubuh dapat memblokir adenosin, namun sifatnya hanya sementara. Setiap orang juga memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kafein. Jadi kita harus bijak dalam minum kopi,” ungkap Lof Hendri.
Menutup talkshow, moderator Abrar Yusra mengajak seluruh peserta membawa pulang tiga komitmen sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ada tiga komitmen yang dapat kita sruput pada hari ini yaitu, tidur cukup, fokus saat berkendara, dan pakai riding gear lengkap.”
“Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi, tetap semangat mengejar mimpi, tetap nikmati secangkir kopi dan yang paling penting, jangan lupa #Cari_aman,"tutupnya.