Viral, Bocah-bocah Ini Cari Mainan di Tempat Penampungan Sampah, Bikin Nangis

Siswandi 18 Feb 2020, 12:37
Tiga bocah yang terpantau tengah mencari mainan di tempat penampungan sampah di Pahang. Foto: int
Tiga bocah yang terpantau tengah mencari mainan di tempat penampungan sampah di Pahang. Foto: int

RIAU24.COM -  Tak semua anak-anak bisa beruntung bisa mendapatkan mainan seperti yang diinginkan. Penyebabnya bisa beragam faktor. Khususnya karena kondisi ekonomi orangtua yang pas-pasan. 

Kondisi itu pula yang dirasakan tiga bocah di Pahang, Malaysia. Agar bisa memiliki mainan, mereka harus terlebih dahulu mencari di tempat penampungan sampah. Mainan yang telah rusak dan kotor itu, kemudian diambil untuk kemudian dibawa pulang ke rumah. Sungguh bikin hati menangis..

Saat ini, video tentang ketiga bocah itu, telah viral di Twitter. Adalah akun @tiniz yang mengunduhnya baru-baru ini. 

Dilansir detik, Selasa 18 Februari 2020, saat ini rekaman itu telah dilihat lebih dari 74 ribu netter. 

Dalam rekaman itu, tampak ada tiga bocah mencari-cari mainan rusak di tempat pembuangan sampah, dekat daerah tempat tinggal mereka di Kuantan, Pahang, Malaysia. Mereka tampak memilah-milah beberapa mainan yang telah mereka dapat, lalu dimasukkan ke kantong. 

"Have a heart, everyone. These are our children, rummaging for broken toys in the area they live. Next to a landfill in Pahang," cuit @tiniz pada postingan yang telah disukai 2.500 lebih itu.

Video itu sontak saja membuat netizen jadi terenyuh. Di tengah kemajuan pembangunan, banyak netizen yang menyayangkan masih ada orang-orang yang tampaknya dilupakan.

"Mereka tidak memiliki suara. Mereka memiliki hak tapi tidak tahu bagaimana cara mempraktikkannya. Mereka tidak punya uang atau sarana untuk mandiri baik secara legal maupun komersial. Tak ada sumber penghasilan yang stabil. Tidak ada pendidikan. Sedih," komentar netizen.

"Mainan rusak ini akan diperbaiki oleh mereka, taman bermain mereka di luar imajinasi Anda. Jika kamu punya hati, kamu akan melihat anak-anak bermain videogame atau ponsel mereka, tidak tahu bagaimana bertahan hidup dengan alam," cuit netizen lainnya. ***