Gara-gara Disunat Oknum PNS Hingga Ratusan Juta, Kas Infak Masjid Raya Sumbar Cuma Bersisa Rp5 Juta

Siswandi 21 Feb 2020, 09:11
Masjid Raya Sumbar
Masjid Raya Sumbar

RIAU24.COM -  Ulah oknum PNS di lingkungan Pemprov Sumatera Barat berinisial YR, membuat banyak pihak menjadi kaget. Hal itu terkait aksinya yang diduga menyunat kas infak Masjid Raya Sumbar, yang jumlahnya mencapai ratusan juta. Akibatnya, kas infak masjid termegah di Negeri Minangkabau itu, saat ini tinggal tersisa Rp5 juta. Wuh...

Diakui Ketua Pengurus Masjid Raya Sumbar, Yulius Said, aksi YR itu memang membuat pihaknya jadi kaget bukan alang kepalang. Pasalnya, uang kas masjid yang diduga disunat yang bersangkutan diperkirakan mencapai Rp862 juta. 

Dilansir sebelumnya, YR memang diberi wewenang memegang kas masjid sebagai perpanjangan tangan Pemprov Sumbar. Parahnya, YR mengaku uang dari kas masjid tersebut diambil dirinya, salah satunya untuk foya-foya.

Sejauh ini, kasus dugaan penyelewengan uang infak dan sedekah para jamaah tersebut, sudah dilaporkan ke Polresta Padang. Laporan itu, terangnya, disampaikan pihaknya pada pekan lalu. Saat mengajukan laporan pertama, Yulius diminta Polres buat melengkapi kekurangan berkas pelaporan.

Bila sudah menerima kelengkapan berkas yang dibantu oleh pihak Biro Bintal dan Kesra, Yulius akan segera mengajukan laporan kepada Polresta Padang terkait perbuatan YRN.

"Pekan lalu saya sudah pergi ke Polresta dan membawa data-data yang sudah. Karena Polres bilang belum lengkap lalu saya sampaikan ke Biro Bintal, setelah dilengkapi Biro Bintal nanti saya akan laporkan lagi," terangnya, dilansir republika, Jumat 21 Februari 2020. 

Tinggal Rp5 Juta 
Yulius juga mengakui, awalnya ia kaget saat diberitahu bahwa saldo di rekening milik Masjid Raya Sumbar hanya tersisa Rp5 juta. Padahal jumlah yang kas masjid yang dilaporkan Yulius kepada jamaah masih pada angka Rp 862 juta.

"Sepertinya uang infak dan sedekah jamaah ini tak pernah disetorkan (YRN) ke bank," ujar Yulius.

Yulius menyebut sejak Masjid Raya Sumbar mulai aktif, pengelolaan keuangan masjid memang berada di pemerintah provinsi dalam hal ini Biro Bintal dan Kesra. Pengurus masjid hanya tahu bersih mengenai kebutuhan belanja masjid dan uang operasioal lainnya.

Selama ini menurut Yulius pihaknya tidak menaruh kecurigaan kepada YR. Sebab, setiap kali mengajukan pencairan dana buat kebutuhan operasional masjid, tidak pernah mengalami kendala. 

Ditambahkannya sejak aksi YR terungkap, saat ini pengelolaan keuangan Masjid Raya Sumbar diambil alih oleh pengurus masjid. ***