Stok Menipis, Kemenkes Akan Kirim Tambahan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Untuk Provinsi Riau

Riki Ariyanto 17 Jun 2021, 19:02
Stok Menipis, Kemenkes Akan Kirim Tambahan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Untuk Provinsi Riau (foto/int)
Stok Menipis, Kemenkes Akan Kirim Tambahan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Untuk Provinsi Riau (foto/int)

RIAU24.COM - Sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau telah stop sementara pelaksanaan vaksinasi pertama. Pelayanan penyuntikan vaksin di Rumah Sakit dan Puskesmas dihentikan sementara sebab stok vaksin menipis.

Namun Pemerintah Pusat telah menyiapkan tambahan vaksin untuk dikirim ke Riau. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir. 

Dirinya membenarkan pelaksanaan vaksin dosis pertama di Pekanbaru dan daerah lainnya distop sebab untuk persiapan pelaksanaan vaksin kedua. "Menipisnya stok vaksin di Pekanbaru itu karena untuk persiapan vaksin tahap kedua atau penyuntikan kedua," ujar Kadiskes Mimi Nazir, Kamis (17 Juni 2021).

Pelaksanaan penyuntikan vaksin tahap pertama, lanjut Mimi Nazir, pihaknya menunggu distribusi vaksin dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pekan ini.

"Ini vaksin akan datang, kita sudah minta 20 ribu vial untuk tambahan, sebab beberapa kabupaten/kota balal melaksanakan akselerasi capaian vaksinasi," sebut Mimi Nazir.

Mimi Nazir sebut berdasarkan informasi dari pusat hari ini bakal tiba vaksin Sinovac 5.000 dosis, serta 190 dosis untuk vaksin AstraZeneca yang diperuntukan bagi TNI/Polri.

"Kemudian nanti pekan depan hari Senin akan datang lagi 15.000 dosis vaksin. Dengan kedatangan vaksin in kita harap akselesari vaksin di Riau bisa ditingkatkan lagi," sebut Mimi Nazir.

Mimi Nazir bilang vaksin ini yang di distribusikan pusat ke Riau datangnya bertahap, dan tidak bisa sekaligus. Hal ini karena kondisi penyimpanan vaksin di Riau tak memadai dengan jumlah besar.

"Makanya datangnya bertahap. Kemudian vaksin ini di distribusikan seluruh Indonesia, tentu pusat melihat prioritas di daerah, seperti kejadian di Kudus, maka dialokasikan ke sana dulu," ujar Mimi Nazir.

Seperti diberitakan sebelumnya Pemerintah Kota Pekanbaru telah hentikan pelayanan vaksin di Rumah Sakit, Puskesmas, dan Bus Vaksinasi Keliling. Hal itu karena stok vaksin yang tersedia sudah terbatas.