Presiden Ukraina Tak Minat Lagi Gabung Aliansi, NATO Akui Akan Hormati Keputusan Zelenskyy Itu

Rizka 12 Mar 2022, 14:34
Google
Google

RIAU24.COM -  Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan dia tidak lagi mendesak untuk menjadi anggota NATO di Ukraina, lantaran merupakan masalah sensitif yang menjadi salah satu alasan Rusia untuk menyerang tetangganya yang pro-Barat.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg menghormati segala keputusan yang diambil Ukraina.

"Kami menghormati keputusan Ukraina, terlepas dari apakah mereka mengajukan atau tidak mengajukan keanggotaan. Ini adalah keputusan Ukraina yang berdaulat," kata Stoltenberg kepada AFP dalam sebuah wawancara di sela-sela forum diplomasi Ukraina-Rusia di Antalya, Turki, Jumat (11/3) waktu setempat.

Ia mengatakan, segala keputusan terserah pada Kiev. "Ukrainalah yang memutuskan apakah mereka bercita-cita menjadi anggota atau tidak. Dan kemudian pada akhirnya, 30 sekutu akan memutuskan masalah keanggotaan," ujarnya.

Yang jelas, kata Stoltenberg, NATO tidak membenarkan cara Rusia yang mengancam keinginan Ukraina yang merupakan sebuah negara berdaulat dalam politik luar negerinya.

"Masalahnya adalah Rusia tidak menghormati kedaulatan itu. Mereka menggunakan kekuatan militer melawan negara berdaulat yang merdeka karena mereka tidak menyukai keputusan mereka di bawah jalan yang telah mereka pilih," terangnya.

Oleh karena itu, Stoltenberg mendesak Rusia segera mengakhiri invasi . "Yang paling penting adalah Presiden (Vladimir) Putin harus mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini," tegasnya.

"Mundurkan semua kekuatannya dan terlibat dengan itikad baik dalam upaya politik diplomatik untuk menemukan solusi politik," pungkas Stoltenberg.

Dalam wawancara saluran televisi AS, ABC News, (8/3) lalu, Zelenskyy tak lagi berminat bergabung ke NATO. Ia menilai, NATO tidak siap menerima Ukraina untuk bergabung. 

Bagi Zelenskyy, aliansi itu ketakutan menghadapi tekanan yang diberikan Moskow.

"Mengenai NATO, saya kehilangan minat dalam masalah ini setelah kami menyadari bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina," ujar Zelenskyy. 

Aliansi takut akan hal-hal yang kontradiktif dan konfrontasi dengan Federasi Rusia," jelas Zelenskyy.