Sekjen Gerindra: Cak Imin Paling Berpeluang jadi Cawapres Prabowo 

Zuratul 27 May 2023, 17:58
Sekjen Gerindra: Cak Imin Paling Berpeluang jadi Cawapres Prabowo. (Dekade08/Foto)
Sekjen Gerindra: Cak Imin Paling Berpeluang jadi Cawapres Prabowo. (Dekade08/Foto)

RIAU24.COM - Kepala Bappilu Presiden Partai Golkar Nusron Wahid menyampaikan skenario capres dan cawapres dari Koalisi Besar dengan capres berasal dari KKIR dan cawapres dari KIB. 

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan saat ini partainya baru berkoalisi dengan PKB.

"Kalau soal itu kan berkali-kali saya sudah mengatakan bahwa yang sekarang ini sudah menyatakan pasti memberi dukungan kepada Pak Prabowo ya PKB. Itu sudah jelas tertuang dalam sebuah deklarasi 13 Agustus 2022," kata Muzani usai menghadiri acara Ikatan Keluarga Besar Tegal di Jakarta, Sabtu (27/5/2023).

Muzani mengatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang paling berpeluang menjadi cawapres Prabowo. Sebab, hal itu sudah tertuang dalam perjanjian antara PKB dan Gerindra.

"Maka kalau dari sisi ini, ya Pak Muhaimin yang paling berpeluang untuk menjadi calon wakil presidennya Pak Prabowo. Karena disebutkan dalam perjanjian itu bahwa, untuk urusan presiden dan wakil presiden disepakati berdua antara Pak Prabowo dan Pak Muhaimin," ujarnya.

Dia mengatakan belum ada partai lain yang menyatakan dukungan kepada Prabowo dengan formal seperti PKB.

"Jadi sampai sekarang belum ada partai lain yang menyatakan dengan tegas, jelas, atau mengatakan di sebuah akta di atas materai," ujarnya.

Sebelumnya, Nusron bicara soal pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartato dan Cak Imin beberapa waktu lalu. 

Nusron melihat pertemuan itu dalam rangka menyamakan koalisi inti antara Golkar dan PKB menuju koalisi besar.

"Pertemuan Pak Airlangga dan Cak Imin masih dalam rangka menyamakan frekuensi dan tindak lanjut koalisi inti antara Golkar dan PKB dalam menuju koalisi besar, yaitu integrasi Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)," kata Nusron saat dihubungi, Jumat (26/5).

Nusron lantas menyampaikan skenario capres dan cawapres dari Koalisi Besar. Dia menyebut capres akan berasal dari KKIR, sementara cawapres dari KIB. Dia menilai Airlangga cocok mendampingi Prabowo Subianto.

"Sikap Golkar masih bersikukuh. Karena ini adalah gabungan dua koalisi menjadi bangunan koalisi besar, maka menjadi ideal kalau Presiden dari KKIR dan Wapres dari KIB. Harapan kami, Presiden Prabowo dengan Wapresnya Airlangga Hartarto," tutur Nusron.

(***)