Direktur TPD: Ganjar Lebih Paham Pertahanan, Prabowo Terburuk

Riko 8 Jan 2024, 19:47
Foto (net)
Foto (net)

RIAU24.COM - Ganjar terlihat memahami sebuah pertahanan negara melebihi seorang Menteri Pertahanan, demikian disampaikan Direktur Relawan Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud, Ruslan Tarigan yang hadir sebagai pembicara Nobar Capres Progresif.

Ruslan mengatakan, Capres 01 Anies Baswedan terlihat hanya menyampaikan sebuah konsep pertahanan yang sulit untuk diterapkan di sebuah negara dengan ribuan pulau.

"Memang latar belakang Pak Anies kelihatan, dia hanya seorang konseptor," kata Ruslan.

Terburuk dalam debat capres kedua menurut Ruslan adalah Prabowo Subianto.

Menurut dia, Capres 02 yang seharusnya lebih memahami pertahanan negara, justru terlihat tidak menguasai materi.

"Pak Prabowo ini kan Menteri Pertahanan, seharusnya dia lebih menguasai materi Pertahanan Negara, namun justru banyak tidak pahamnya. Sehingga nilai terendah ada pada Prabowo untuk debat kali ini,"katanya.

Sementara itu, akademisi Universitas Riau (UNRI), Saiman Pakpahan mengungkap, politik luar negeri Indonesia dalam konteks pertahanan dan keamanan memang seharusnya dimulai dari 'rumah sendiri'.

"Dan Pak Ganjar kerap menyasar persoalan itu dari kalangan masyarkat kecil yang kemudian jika mampu dikonsolidasi, maka itu akan menjadi kekuatan besar ketika Indonesia harus berhadap-hadapan dengan negara lain," kata Saiman.

Menurut Saiman, Capres Ganjar selalu menekankan pentingnya sebuah pertahanan negara dibangun dahulu dari dalam, termasuk bagaimana menuntaskan persoalan-persoalan korupsi yang memang sampai hari ini masih terjadi luar biasa.

"Jika itu kemudian berhasil dilakukan, maka kemudian baru dilakukan upaya untuk memperkuat sektor-sektor pertahanan termasuk soal perbatasan Indonesia dengan negara lain yang mungkin menjadi ancaman kedaulatan,"katanya.

Menurut Saiman, hal itu menjadi poin penting bagi Ganjar dalam Debat Capres kedua kali ini, memang mengarah dan menyasar pada persoalan 'wong cilik'.

"Sementara itu, Prabowo dalam debat kali ini terlihat 'hard power' karena dia memang seorang mantan yang sebelumnya aktif di dunia militer," katanya.

Kata Saiman, intinya dari Prabowo soal pertahanan negara adalah kekuatan militer menjadi hal utama dalam membangun sistem keamanan.

"Bagi Prabowo, kalau mau aman maka kita harus siap-siap perang," katanya.

Sementara itu Capres 01 Anies Baswedan menurut Saiman terlihat konstruktif dalam memberikan pandangan-pandangannya.

"Kesimpulannya, dalam perkuat pertahanan negara, Anies mengedepankan komunikasi baik antarnegara, konstruksinya lebih pada hubungan baik internasional," kata Saiman.