Zelensky Berharap Untuk Bertemu Donald Trump Di AS Jumat Ini

Amastya 27 Feb 2025, 20:21
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky /AFP
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky /AFP

RIAU24.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Rabu (26 Februari) bahwa dia berharap untuk mengunjungi Washington pada hari Jumat untuk bertemu Presiden Donald Trump dan membahas kesepakatan mineral dengan Amerika Serikat.

Trump menuntut untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina untuk memberikan akses ke mineral tanah jarang sebagai kompensasi untuk menerima bantuan miliaran dolar dari AS di bawah kepresidenan mantan presiden Joe Biden di tengah perang.

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP pada hari Selasa (25 Februari) bahwa Kyiv menyetujui persyaratan kesepakatan dengan AS untuk bersama-sama mengembangkan sumber daya mineral negara itu.

Menurut pejabat itu, Zelensky dapat menandatangani perjanjian itu pada Jumat (28 Februari) di Washington.

"Saya sangat ingin mengadakan kunjungan ini," kata Zelensky kepada wartawan pada Rabu (26 Februari).

"Ini baru permulaan, kerangka kerja, ini bisa menjadi kesuksesan besar. Keberhasilan akan tergantung pada percakapan kami dengan Presiden Trump," tambah presiden Ukraina.

Kyiv tidak akan menjadi ‘debitur'

Zelensky mengatakan bahwa pendapatan yang dihasilkan di bawah kesepakatan sumber daya akan disimpan dalam dana yang dibagikan oleh Ukraina dan AS.

Dia menambahkan bahwa Kyiv tidak akan menjadi ‘debitur’ atas bantuan perang yang diberikan kepada negaranya di bawah pemerintahan Biden.

"Ini tidak adil bagi kami," kata Zelensky.

Dia juga menyatakan bahwa dia akan bertanya kepada Trump apakah Washington akan menghentikan bantuan dan apakah Ukraina masih dapat membeli senjata dari AS.

Kyiv berharap kesepakatan itu akan meningkatkan hubungan antara kedua negara, yang baru-baru ini menjadi masam di tengah perang dunia antara kedua presiden.

Ukraina juga mengatakan menginginkan jaminan keamanan, meskipun proposal kesepakatan saat ini tidak mencakup komitmen keamanan khusus untuk Amerika Serikat, menurut seorang pejabat senior Ukraina, lapor AFP.

(***)