Khamenei Iran Menolak Perundingan dengan AS Mengenai Program Nuklir

Amastya 24 Sep 2025, 14:14
Gambar representatif /Reuters
Gambar representatif /Reuters

RIAU24.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah mengesampingkan perundingan langsung dengan Amerika Serikat mengenai program nuklir Teheran, dan menyebut negosiasi dengan Washington sebagai ‘jalan buntu.’

Pernyataannya muncul di tengah pertemuan para pemimpin dunia di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA).

Dalam sebuah pesan yang direkam, Khamenei mengatakan Iran tidak akan menyerah pada tekanan terkait pengayaan uranium. Ia mengulangi posisi lama Teheran bahwa mereka tidak menginginkan senjata nuklir.

Apa yang dikatakan Khamenei tentang pengayaan?

Khamenei menuduh Washington mendikte persyaratan alih-alih menawarkan dialog yang tulus.

"AS telah mengumumkan hasil perundingan sebelumnya. Hasilnya adalah penutupan kegiatan nuklir dan pengayaan. Ini bukan negosiasi. Ini diktat, sebuah pemaksaan," ujarnya.

Ia juga menunjukkan bahwa tingkat pengayaan Iran sebesar 60% masih di bawah standar senjata, yang mensyaratkan 90%.

"Negara-negara yang ingin membangun senjata nuklir bahkan meningkatkan pengayaan hingga 90%. Karena kami tidak membutuhkan senjata semacam itu dan telah memutuskan untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, kami telah meningkatkan tingkat pengayaan kami menjadi 60%," ujarnya.

Pernyataan Khamenei muncul segera setelah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bertemu dengan Jerman, Prancis, dan Inggris, yang dikenal sebagai E3, bersama dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas.

Pertemuan tersebut berfokus pada apakah sanksi terhadap Iran, yang ditangguhkan berdasarkan kesepakatan nuklir 2015, harus diberlakukan kembali.

Jika tidak ada kemajuan, E3 siap untuk mengaktifkan mekanisme Dewan Keamanan PBB yang akan memulihkan sanksi.

Pembicaraan tersebut berlangsung sementara masih timbul pertanyaan mengenai sekitar 880 pon uranium yang diperkaya hingga 60% yang hilang setelah Israel mengebom situs nuklir Iran pada bulan Juni, yang memicu konflik selama 12 hari yang sempat menarik perhatian AS.

Apa yang dikatakan Trump di PBB?

Di Sidang Umum PBB, Presiden AS Donald Trump bersumpah bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, menyebut Teheran sebagai sponsor teror nomor satu di dunia.

Ia juga menawarkan kerja sama jika Iran setuju untuk menghentikan programnya.

"Presiden mengatakan kepada Majelis Umum PBB Selasa pagi bahwa Iran terus mengancam negara-negara tetangganya dan kepentingan AS di kawasan tersebut," kata Gedung Putih.

(***)