PT CDN Riau Perkuat Kualitas Guru dan Siswa Melalui Kurikulum Astra Honda

Riko 14 Jan 2026, 21:13
Foto (istimewa)
Foto (istimewa)

RIAU24.COM - Menjamin kualitas pendidikan vokasi tidak hanya soal memberikan buku pelajaran, tetapi juga memastikan kompetensi pengajarnya. PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau, selaku Main Dealer sepeda motor Honda, terus mengupayakan penyelarasan kurikulum dan sertifikasi bagi guru-guru SMK Mitra Binaan di seluruh wilayah Riau.

Langkah ini diawali dengan rapat kerja tahunan bersama para Kepala Sekolah dan Kepala Program Studi Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Agenda ini menjadi wadah evaluasi sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mengadopsi Kurikulum Astra Honda.

Vokasional Officer PT CDN Riau, Lahdi Pekbar Putra, menjelaskan bahwa para guru menjadi kunci utama dalam mentransfer teknologi Honda kepada siswa. Oleh karena itu, para guru wajib mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang ketat di Main Dealer.

"Kami menggunakan kurikulum standar industri. Para guru harus melewati tahapan sertifikasi mulai dari level Brown hingga Silver, baik secara teori maupun praktik. Ilmu inilah yang nantinya mereka turunkan secara langsung kepada siswa di sekolah masing-masing," ungkap Lahdi.

Saat ini, katanya PT CDN Riau membina 27 SMK yang diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan kualitas (Grade). Pembagian ini bertujuan untuk memacu sekolah agar terus meningkatkan standar fasilitas dan pengajarannya. Rinciannya adalah: Grade A+: 6 Sekolah, Grade A: 11 Sekolah, Grade B: 10 Sekolah.

"Setiap sekolah yang berhasil naik kelas, misalnya dari Grade B ke A, akan kami berikan dukungan tambahan berupa unit sepeda motor dan fasilitas lainnya. Selain itu, setiap ada teknologi atau motor terbaru, kami langsung mensuplai Buku Pedoman Reparasi (BPR) dan part catalog agar siswa tidak ketinggalan zaman," tambah Lahdi.

Untuk memastikan ilmu yang diberikan guru benar-benar terserap oleh siswa, tambahnya PT CDN Riau menggelar Festival Vokasi setiap akhir tahun. Ajang ini katanya merupakan kompetisi tahunan dari Astra yang memperlombakan keahlian teknik antara guru dan siswa antar-SMK binaan.

"Festival ini adalah alat evaluasi kami. Di sana terlihat mana guru yang benar-benar serius mentransfer ilmunya. Kompetisi ini menguji sejauh mana penguasaan kurikulum Astra Honda diimplementasikan dalam praktik nyata," jelasnya.