Buntut Tiru Negara Lain Soal e-Voting Pilkada, PDIP Disemprot Istana

Azhar 19 Jan 2026, 22:19
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Sumber: kompas.com
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Sumber: kompas.com

RIAU24.COM - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyalahkan usulan PDIP soal e-voting Pilkada.

Menurutnya, setiap gagasan perubahan sistem Pilkada harus disesuaikan dulu dengan karakter pemilu Indonesia, bukan mencomot contoh negara lain, ujarnya dikutip dari inilah.com, Senin, 19 Januari 2025.

"Menurut kami sebagai pemerintah wajib ya, kita bersama-sama mencurahkan pemikiran untuk mendesain pemilu kita itu jauh lebih baik lagi," sindirnya.

Menurutnya, keberhasilan e-voting di negara lain, tidak otomatis bisa disalin mentah-mentah.

"Paling mendasar adalah bagaimana sistem pemilihan itu mencerminkan sistem yang kita yakini paling tepat untuk bangsa dan negara kita. Karena masing-masing negara punya sistem yang tidak selalu cocok diterapkan di negara kita," ujarnya.

Prasetyo menegaskan landasan utama pembahasan pemilu adalah kepentingan bangsa, termasuk kemanfaatan bagi masyarakat, bukan membuktikan satu gagasan paling unggul.

"Bukan tujuannya untuk mencari sistem siapa yang paling benar, tetapi mari kita mencari sistem yang betul-betul sesuai dengan budaya dan karakter bangsa kita," ujarnya.