Nasib 43 Pedagang Pasar Bawah Kuansing: Kios Rata Demi "Wajah Baru" Kota Teluk Kuantan
RIAU24.COM - Debu mesin alat berat dan puing-puing beton kini menjadi pemandangan di sepanjang Jalan Sudirman, pusat Kota Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Di balik itu, tersimpan cerita 43 keluarga pedagang Pasar Bawah yang harus merelakan 90 kios mereka rata dengan tanah.
Pemerintah Kabupaten Kuansing di bawah Bupati Suhardiman Amby menetapkan tahun 2026 sebagai awal transformasi kota. Kawasan strategis dari eks PT Ludin hingga Pasar Bawah sedang dibersihkan untuk penataan wajah kota.
"Mulai 2026, kita lakukan penataan wajah kota Teluk Kuantan," tegas Suhardiman Amby, Sabtu (24/1/2026). Kawasan ini adalah pusat tradisi Pacu Jalur yang ramai wisatawan. Target terdekatnya adalah menyiapkan lokasi Astaqa Utama untuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau di atas lahan bekas pasar. Pembangunan harus tuntas paling lambat Mei 2026.
Visi jangka panjang akan memuncak pada 2027 dengan pembangunan Tugu Tali Tigo Sapilin Tungku Tigo Sajarangan sebagai simbol filosofi budaya dan keterlibatan tiga pilar masyarakat: Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cerdik Pandai.
Namun, di balik rencana megah ini, 43 keluarga pedagang harus menghadapi relokasi ke Pasar Rakyat atau Pasar Modern. Bagi mereka, pindah bukan cuma memindahkan barang, tetapi juga harus membangun kembali jaringan pelanggan dari nol, menimbulkan ketidakpastian akan penghasilan.
Proyek ini menjadi tantangan antara membangun infrastruktur dan ikon budaya untuk martabat daerah, dengan memperhatikan nasib warga kecil yang terdampak.