Riding Cari Aman: Seni Menjinakkan Emosi Saat Berkendara di Bulan Ramadhan

Riko 20 Feb 2026, 11:36
Foto (istimewa)
Foto (istimewa)

RIAU24.COM - Memasuki bulan Ramadhan, jalan raya kerap menjelma menjadi medan uji kesabaran. Antrean panjang, cuaca yang tidak menentu, serta kebiasaan terburu-buru menjelang waktu berbuka sering kali memicu emosi pengendara. Menyikapi hal tersebut, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN), selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, gencar melakukan sosialisasi keselamatan berkendara.

Keselamatan di jalan tidak hanya ditentukan oleh teknik pengereman atau kelengkapan perlengkapan berkendara, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan diri dan emosi. Emosi merupakan respons primitif yang bekerja secara intuitif—cepat, tanpa proses berpikir panjang—dan dapat memengaruhi perilaku seseorang, termasuk saat berkendara.

Ketidaksabaran di jalan dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, dan bahkan mendorong perilaku berisiko yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Untuk itu, penting bagi setiap pengendara mengenali dan mengelola emosi saat berkendara. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Tingkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Berkendara

Pengetahuan serta keterampilan berkendara yang baik dapat diperoleh melalui pelatihan safety riding, berbagi pengalaman dengan sesama pengendara, serta memanfaatkan simulator Honda Riding Trainer yang tersedia di dealer-dealer sepeda motor Honda.

2. Manajemen Waktu, Musuh Utama Emosi adalah Terburu-buru

Emosi sering kali dipicu oleh perasaan "dikejar waktu". Menjelang Ramadhan, volume kendaraan meningkat drastis, terutama pada jam pulang kerja. Dengan berangkat 15–20 menit lebih awal, pengendara dapat menghindari tekanan waktu dan potensi perilaku berbahaya karena khawatir terlambat berbuka di rumah.

3. Empati di Balik Helm

Amati kondisi diri sendiri secara objektif, lalu ciptakan respons yang lebih rasional. Ingatlah bahwa pengguna jalan lain juga tengah menjalani ibadah puasa, mungkin merasa lelah atau haus seperti yang kita rasakan.

4. Gunakan Objektifikasi Diri dan Self Talk Positif

Self talk atau pembicaraan internal dapat menjadi pemicu maupun pengendali emosi. Gunakan kalimat positif dan bertanggung jawab untuk menenangkan diri, serta hindari hal-hal yang dapat memicu kemarahan atau ketegangan di jalan.

Rama Dhandyano, Instruktur Safety Riding Honda PT CDN, menegaskan bahwa keselamatan jauh lebih berharga daripada sekadar memenangkan adu argumen atau adu cepat di lampu merah.

“Jadikan momen menjelang Ramadhan ini sebagai ajang pemanasan untuk menjadi pribadi yang lebih sabar. Cari Aman bukan hanya soal helm dan jaket, tapi soal hati yang tetap tenang meskipun jalanan sedang panas,” tutupnya.