Internet di Seluruh Dunia Terancam Gangguan Buntut Konflik Timur Tengah

Azhar 14 Mar 2026, 22:52
Ilustrasi gangguan internet. Sumber: kompas.com
Ilustrasi gangguan internet. Sumber: kompas.com

RIAU24.COM - Pakar hubungan internasional Tia Mariatul Kibtiah menilai konflik di Timur Tengah akan menganggu sistem digital dunia.

Seperti misalnya infrastruktur digital global, khususnya kabel serat optik bawah laut diyakininya menjadi salah satu titik rawan apabila konflik meluas atau melibatkan sabotase terhadap fasilitas strategis, dikutip dari rmol.id, Sabtu, 14 Maret 2026.

Tambahnya, dampak konflik dapat merambat melalui berbagai sektor global yang saling terhubung.

"Termasuk ekonomi dan sistem digital. Infrastruktur digital global, khususnya kabel serat optik bawah laut, menjadi salah satu titik rawan apabila konflik meluas atau melibatkan sabotase terhadap fasilitas strategis," ujarnya.

Dalam skenario tersebut, gangguan tidak hanya terjadi pada akses internet, tetapi juga pada sistem transaksi keuangan yang bergantung pada jaringan komunikasi internasional.

"Efeknya kemana-mana. Bahkan yang lebih parah lagi ini mengganggu stabilitas nasional dan keamanan kita," yakinnya.

Tambahnya, Gangguan terhadap kabel internet bawah laut berpotensi memicu disrupsi luas, mulai dari transaksi perbankan, sistem pembayaran digital, hingga aktivitas ekonomi berbasis internet. 

Sistem keuangan global saat ini sangat bergantung pada konektivitas digital real-time, sehingga gangguan jaringan dapat memperlambat bahkan menghentikan sebagian layanan transaksi.