Hak Tak Dibayar 6 Bulan, Dokter Spesialis Siak Mogok Layani Pasien
RIAU24.COM - Siak, – Puluhan tenaga medis dari kalangan dokter spesialis Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Tengku Rafi’an Siak menggelar rapat audiensi dengan pihak manajemen rumah sakit, Senin, guna menyampaikan keluhan terkait hak mereka yang belum dibayarkan selama berbulan-bulan.
Para dokter mengungkapkan, Uang Kelangkaan Profesi yang menjadi hak mereka belum dibayarkan sejak September 2025 hingga Februari 2026. Alasan efisiensi anggaran yang disampaikan dinilai tidak sejalan dengan komitmen kontrak kerja yang menyatakan pembayaran tetap dilakukan.
“Pelayanan dan absensi setiap hari telah kami jalankan. Kewajiban sudah kami tunaikan, tetapi hak tidak dibayarkan. Kalau alasannya efisiensi anggaran, mengapa RSUD Tualang justru menerima dokter kontrak baru?” ujar salah seorang dokter spesialis kulit dan kelamin.
Dalam undangan audiensi, para dokter berharap kehadiran langsung Bupati Siak, Afni Zulkifli. Namun hingga kegiatan berakhir, Bupati tidak hadir. Pertemuan hanya dihadiri Direktur RSUD Tengku Rafi’an, Khamariah. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Siak, dr. Handry, juga tidak terlihat hadir.
Upaya lanjutan dilakukan pada sore hari saat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, mengundang para dokter ke rumah dinas bupati. Namun kembali tidak dihadiri kepala daerah, sehingga belum menghasilkan solusi konkret.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan para dokter spesialis. Mereka menyatakan akan melakukan penolakan pelayanan dengan menutup pendaftaran pasien rawat jalan di RSUD Tengku Rafi’an mulai Selasa, 17 Maret 2026, hingga seluruh hak mereka dibayarkan.
“Jangan ada diskriminasi, mohon segera hak kami dikeluarkan sesuai kompetensi yang kami miliki. Hormat kami ASN dokter spesialis Kabupaten Siak,” tegas pernyataan tersebut.
Daftar Dokter Spesialis yang Hadir dalam Audiensi:
Spesialis Kandungan: dr. Raffi Fauzi, dr. Hendri Adi Saputra, dr. Rika Efendi
Spesialis Penyakit Dalam: dr. Izwar, dr. Abdul Karim
Spesialis Anak: dr. Devi Gusmaiyanto, dr. Wilson, dr. Destri Linjani
Spesialis Bedah: dr. Syafed Rianda, dr. Tondy Arian Pakpahan
Spesialis Paru: dr. Erneti Aziz, dr. Pofi Risanti Yarsy
Spesialis Dermatologi dan Venerologi: Dr. dr. Dina Devi
Spesialis Mata: dr. Alfida Yanti, dr. Kahermasari
Spesialis Rehabilitasi Medik: dr. Akhmad Yahin
Spesialis Kejiwaan: dr. Dwi Wijayanti
Spesialis Bedah Tulang: dr. Loli Anton
Situasi ini berpotensi berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pasien rawat jalan, apabila persoalan pembayaran hak tenaga medis tidak segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.(Lina)
(Sumber Antara news)