Hari Pertama Kerja, ASN Siak Diminta “Survive” di Tengah Pemangkasan Anggaran

Lina 26 Mar 2026, 15:33
Hari Pertama Kerja, ASN Siak Diminta “Survive” di Tengah Pemangkasan Anggaran
Hari Pertama Kerja, ASN Siak Diminta “Survive” di Tengah Pemangkasan Anggaran

RIAU24.COM - Siak – Hari pertama masuk kerja pasca Idulfitri 1447 Hijriah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak dimulai dengan semangat kebersamaan. Bupati Siak, Afni, memimpin apel pagi yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal, Rabu (25/3/2026), sekaligus menyampaikan pesan penting kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Dalam arahannya, Bupati Afni mengajak ASN untuk tetap solid, optimis, dan mampu bertahan (survive) di tengah tekanan fiskal yang cukup berat di tahun 2026.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Siak, saya bersama Bapak Wakil Bupati mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari dalam memimpin daerah ini masih banyak kekurangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya terjadi di Siak, melainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia. Meski kondisi keuangan daerah mengalami tekanan, kewajiban pemerintah dalam melayani masyarakat tetap tidak berubah.

Menurutnya, pada tahun 2026 terjadi pemangkasan transfer dari pemerintah pusat hingga sekitar 50 persen, yang berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah lebih dari setengah triliun rupiah.

“Ini challenge untuk kita semua. Di sinilah kita diuji, apakah kita benar-benar hadir sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat di tengah kondisi yang sulit,” tegasnya.

Bupati Afni juga mengingatkan ASN agar tidak larut dalam keluhan. Ia menekankan pentingnya kerja keras, kekompakan, dan keyakinan dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kalau kita hanya mengeluh, tidak akan menyelesaikan apa-apa. Kita wajib bertahan dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan tidak ada lagi sekat dalam birokrasi. Seluruh ASN diminta bersatu sebagai satu tim dalam melayani masyarakat.

“Kami tidak akan berarti apa-apa tanpa Bapak/Ibu semua. Tidak ada lagi kalangan elit. Kita semua adalah pelayan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Afni menyoroti kewajiban penyesuaian belanja pegawai sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, di mana proporsinya harus ditekan hingga maksimal 30 persen paling lambat Mei 2027.

Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi, ia memastikan pemerintah daerah akan berupaya agar tidak ada pegawai yang dirumahkan.

“Kita akan berikhtiar semaksimal mungkin agar tidak ada pegawai yang dirumahkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sebagai bagian dari langkah efisiensi, Pemerintah Kabupaten Siak juga mulai menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) secara terbatas, dengan catatan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“WFA bukan berarti tidak bekerja. ASN tetap harus menjalankan tugasnya dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bihalal yang berlangsung hangat. Bupati bersama jajaran dan seluruh ASN saling bersalaman dan bermaafan, memperkuat kebersamaan untuk kembali bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Siak.(Lin)