Jangan Sampai Indonesia Alami Krisis BBM
RIAU24.COM - Ekonom senior Indef, Prof Didik J Rachbini, tak menginginkan Indonesia alami krisis BBM, seperti yang dialami Filipina.
Dia berharap Indonesia dapat mewujudkan transformasi dari energi fosil ke hijau, dikutip dari inilah.com, Sabtu, 28 Maret 2026.
Salah satu yang dia lihat yakni upaya Presiden Prabowo Subianto menanggapi dan antisipasi cepat terhadap peluang krisis.
Misalnya dengan mendorong transisi energi kendaraan dari berbahan bakar bensin ke listrik.
"Transisi ini sangat membantu penyelamatan fiskal jika dilakukan dengan cermat dan cepat," ujarnya.
"Pandangan Presiden Prabowo senada dengan hasil kajian Indef. Satu unit kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bisa memangkas beban subsidi energi sampai 85 persen," ujarnya.
Berdasarkan data yang Presiden Prabowo yang senada dengan kajian Indef, momentum krisis karena konflik Iran vs AS-Israel memicu lonjakan harga minyak dan menguras APBN.
Mau tak mau, ketergantungan kepada BBM impor harus ditekan dengan kebijakan konversi menuju kendaraan listrik.