Melihat Cara Pemerintah Siasati Langkanya Bahan Baku Plastik

Azhar 1 Apr 2026, 19:32
Industri plastik. Sumber: Internet
Industri plastik. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengaku sudah bergerak mencari sumber bahan baku alternatif dari berbagai negara, termasuk Afrika dan India, guna menjaga stabilitas pasokan plastik dalam negeri.

Menurutnya, lonjakan harga plastik tidak lepas dari efek konflik global, karena bahan baku utama berupa nafta masih bergantung pada impor dari Timur Tengah, dikutip dari rmol.id, Rabu, 1 April 2026.

"Beberapa hari ini kan memang banyak atau keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak dari perang. Kita itu, bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta. Nafta itu kita impor dari Timur Tengah," ujarnya.

Menurutnya, upaya pencarian alternatif telah dilakukan ke sejumlah negara.

"Namun pergeseran pasokan dari Timur Tengah memerlukan waktu agar kondisi harga kembali normal," ujarnya.

"Kita sekarang mencari anternatif pengganti atau alternatif dari negara lain. Dan kita sudah melakukan misalnya afrika, india dan amerika. Memang ini butuh waktu, karena kan tiba-tiba dari timur tengah trus pindah ke negara lain," sebutnya.

Pihaknya tidak tinggal diam dan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi industri, guna memastikan rantai pasok tetap berjalan. 

Upaya pencarian pemasok baru juga dilakukan melalui jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri.