Purbaya Mengatakan Penurunan Nilai Tukar Rupiah di Atas 17.100 Masih Sesuai Proyeksi Fiskal

Devi 8 Apr 2026, 08:54
Purbaya Mengatakan Penurunan Nilai Tukar Rupiah di Atas 17.100 Masih Sesuai Proyeksi Fiskal
Purbaya Mengatakan Penurunan Nilai Tukar Rupiah di Atas 17.100 Masih Sesuai Proyeksi Fiskal

RIAU24.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada hari Selasa bahwa penurunan nilai rupiah di bawah 17.100 per dolar AS telah diantisipasi oleh pemerintah dan masih berada dalam parameter perencanaan fiskal.

Anggaran negara tahun 2026, yang disetujui oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat, didasarkan pada asumsi nilai tukar 16.500 per dolar.

Purbaya mengatakan bahwa Kementerian Keuangan tidak bergantung pada satu asumsi nilai tukar tunggal ketika menyusun anggaran, melainkan menyiapkan berbagai skenario untuk memperhitungkan potensi volatilitas pasar global.

“Saya ingin menekankan bahwa dalam simulasi kami, nilai tukar rupiah juga disesuaikan ke level yang lebih tinggi. Apa yang terjadi sekarang masih dalam skenario tersebut,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah rupiah melemah menjadi 17.105 per dolar, menandai level terendah sepanjang sejarah dan melampaui titik terendah yang terlihat selama krisis keuangan Asia tahun 1998.

Namun, Purbaya menolak untuk mengungkapkan batas atas asumsi nilai tukar pemerintah agar anggaran negara tetap berkelanjutan.

“Saya tidak bisa menyebutkan level apa yang termasuk dalam skenario tersebut. Jika saya mengungkapkannya, pasar bisa bereaksi negatif dan memicu spekulasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar terutama berada di bawah wewenang Bank Indonesia, sementara peran Kementerian Keuangan adalah untuk memastikan volatilitas mata uang tidak mengganggu pengeluaran dan pendapatan negara secara keseluruhan.

“Kami menyerahkan rupiah kepada para ahli di bank sentral, dan saya percaya mereka dapat menjaga stabilitas,” kata Purbaya. ***