Golongan Masyarakat yang Paling Terdampak Jika Harga MinyaKita Ikut Naik
RIAU24.COM - Direktur Eksekutif Ethical Politics Indonesia, Hasyibulloh Mulyawan meyakini sinyal kenaikan harga Minyakita yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas beberapa waktu lalu berpotensi memberikan tekanan serius terhadap perekonomian masyarakat.
"Ini akan sangat berdampak dan menjepit ekonomi masyarakat, serta berimplikasi pada ekonomi nasional," ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan daging sapi akan mendorong masyarakat untuk memfokuskan pengeluaran hanya pada konsumsi utama.
Kondisi ini dinilai dapat menekan daya beli terhadap sektor lain.
Ketika masyarakat kelas menengah menahan belanja di luar kebutuhan pokok, maka perputaran ekonomi akan melambat dan berdampak pada penerimaan negara, termasuk APBN.
Sementara minyak goreng tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga komponen penting dalam industri besar maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Artinya, kenaikan harga Minyakita diperkirakan akan memicu kenaikan harga produk turunan, khususnya di sektor makanan.
Hal ini berpotensi memperluas tekanan terhadap daya beli masyarakat.
"Sehingga adanya kenaikan itu juga produk-produk makanan turunanya akan naik dan berdampak pada daya beli masyarakat," ujarnya.