Antrean Truk Sawit di Pelabuhan Roro Dumai-Rupat Belum Tuntas, DPRD Riau Panggil Dishub
RIAU24.COM - Lebih dari 50 truk pengangkut buah kelapa sawit milik warga Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, masih tertahan di Pelabuhan Roro hingga sepekan setelah libur Lebaran. Truk-truk tersebut tak kunjung bisa menyeberang ke Dumai karena pembatasan operasional kendaraan berat saat arus mudik dan balik.
Akibatnya, distribusi hasil panen sawit ke Dumai sebagai jalur pemasaran utama pun terganggu. Warga mengaku merugi karena buah sawit tidak kunjung bisa dijual, Kamis (2/4/2026).
Merespons keluhan itu, anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Bengkalis, Dumai, dan Kepulauan Meranti, Khairul Umam, bersama Komisi IV menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perhubungan Provinsi Riau. Rapat juga dihadiri UPT Pelabuhan Roro dan Kepala Dinas Perhubungan Riau.
Dalam pertemuan itu, Dishub menjelaskan bahwa selama masa libur Lebaran berlaku kebijakan pembatasan angkutan berat berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri. Kebijakan tersebut mengutamakan mobilitas pemudik dan distribusi logistik penting, sehingga truk sawit tidak diperbolehkan melintas.
Selain faktor regulasi, kendala teknis juga terjadi pasca-Lebaran. Dari tiga unit kapal penyeberangan yang tersedia, hanya dua yang bisa beroperasi, sehingga proses penyeberangan kendaraan berlangsung lambat.
Sebagai langkah darurat, jam operasional penyeberangan ditambah hingga pukul 00.00 WIB untuk mengurai antrean. Dishub juga memastikan satu unit kapal tambahan akan kembali beroperasi mulai 10 April mendatang, sehingga kapasitas penyeberangan meningkat.
Khairul Umam berharap persoalan ini segera terselesaikan. Menurutnya, dampak terhadap petani sangat besar. Harga sawit di tingkat petani disebutnya turun drastis dari semula di atas Rp3.000 per kilogram menjadi sekitar Rp1.700 akibat distribusi yang terhambat.
"Warga pun diharapkan segera bisa kembali menjual hasil panen mereka secara normal," ujar Khairul Umam.
