182 Warga Binaan di Momen HBP ke 62 Rekam NIK E-KTP

Dahari 28 Apr 2026, 10:19
182 Warga Binaan di Momen HBP ke 62 Rekam NIK E-KTP
182 Warga Binaan di Momen HBP ke 62 Rekam NIK E-KTP

RIAU24.COM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bengkalis bekerjasama dengan lapas IIA Bengkalis melakukan perekaman nomor induk kependudukan (NIK) bagi 182 warga binaan, Senin 27 April 2026.

Aksi jemput bola ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Direktorat jenderal pemasyarakatan mempercepat pemenuhan hak administrasi sipil bagi tahanan dan narapidana.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, validasi data ini sangat krusial guna memberikan kepastian akses layanan jaminan kesehatan melalui skema penerima bantuan Iuran (PBI) bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kegiatan ini melibatkan delapan orang petugas pendataan dari Disdukcapil Kabupaten Bengkalis dipimpin langsung oleh Bapak Yusri Ahmad. Kedatangan tim teknis disambut oleh Kepala Seksi Binadik, Boy Fernandes, untuk memastikan proses sinkronisasi data 182 warga binaan berjalan akurat.

Dan langkah ini diambil karena validitas NIK merupakan kunci utama agar warga binaan dapat terdaftar secara resmi dalam sistem jaminan kesehatan nasional, sehingga kendala biaya pengobatan bagi mereka yang kurang mampu dapat teratasi secara sistematis.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa identitas kependudukan adalah hak dasar yang tetap harus dipenuhi negara.

Menurutnya, tanpa NIK yang valid, warga binaan akan kesulitan mendapatkan akses bantuan sosial maupun layanan medis yang bersifat darurat.

"Perekaman NIK ini adalah hadiah bagi warga binaan di momen HBP ke-62. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga binaan yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan hanya karena masalah administrasi,"ungkap Kalapas.

Menurutnya, sinergi dengan Disdukcapil ini merupakan upaya nyata pihaknya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang responsif dan humanis, dimana setiap individu mendapatkan hak sipilnya secara utuh untuk mendukung optimalisasi skema PBI Jaminan Kesehatan.

"Pelaksanaan perekaman data yang meliputi pengambilan foto, sidik jari, hingga pemadanan data lama ini terpantau berjalan dengan lancar dan tertib,"ujarnya lagi.

Pengawasan ketat tetap dilakukan oleh jajaran pengamanan untuk memastikan kondusivitas area aula selama proses administrasi berlangsung. Warga binaan yang mengikuti kegiatan ini terlihat antusias, menyadari pentingnya memiliki data kependudukan yang aktif untuk keperluan integrasi di masa depan.