Tak Boleh Ada Cuan dan Kepentingan Politik dalam Muktamar NU
RIAU24.COM - Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang, KH Achmad Rosikh Roghibi alias Gus Rosikh bicara soal Muktamar NU
Dia berharap Muktamar NU dapat dijadikan sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU tak boleh dikotori oleh kepentingan politik.
Sejatinya, Muktamar menjadi ruang sakral, diisi oleh semangat keikhlasan dan tanggung jawab keumatan, dikutip dari rmol.id, Selasa 28 April 2026.
"Bukan arena perebutan kekuasaan ataupun transaksi berbasis cuan," ujarnya.
"NU ini berdiri di atas fondasi perjuangan para ulama. Kalau Muktamar sudah disusupi kepentingan politik dan kepentingan materi, maka arah perjuangan NU akan menyimpang dari khittahnya," ujarnya.
Penting juga mengembalikan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada dzuriyah muasis.
"Yakni keturunan para pendiri NU, yang dinilai memiliki kedekatan historis, kultural, dan spiritual dengan nilai-nilai dasar organisasi," tutupnya.