Kader Posyandu Diminta Ambil Peran dalam Program MBG
RIAU24.COM - Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna meminta seluruh kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) mengambil peran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Alasannya karena Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam isu gizi dasar, kesehatan ibu dan anak, serta pengentasan stunting di tingkat akar rumput, dikutip dari rmol id, Selasa 5 Mei 2026.
Sejak awal, sistem kesehatan masyarakat Indonesia dibangun di atas fondasi pemberdayaan komunitas.
"Lalu diwujudkan melalui Posyandu. Kader Posyandu telah menjadi aktor kunci dalam deteksi dini, edukasi gizi keluarga, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara langsung," ujarnya.
"Kader Posyandu bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, tetapi entitas sosial yang memahami secara detail kondisi masyarakat di wilayahnya," tambahnya.
Sayangnya, kebijakan nasional dalam bidang gizi mengalami perubahan seiring hadirnya program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Program ini menargetkan puluhan juta penerima manfaat, mulai dari peserta didik hingga ibu hamil dan balita, melalui skema distribusi pangan dapur umum terpadu.
"Kita harus memastikan bahwa transformasi kebijakan ini tidak justru menggeser peran strategis kader Posyandu yang selama ini sudah terbukti efektif," ujarnya.