Ketika Rupiah Tetap Saja Melemah

Azhar 8 May 2026, 21:36
Ilustrasi Bank Indonesia. Sumber: Internet
Ilustrasi Bank Indonesia. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyebut penurunan cadangan devisa (cadev) tetap terjadi meski ada tambahan dari penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah.

"Posisi cadev per April 2026 sebesar US$146,2 miliar," ujarnya.

Menurutnya, angka ini turun US$2 miliar dibandingkan posisi akhir Maret 2026, dikutip dari inilah.com, Jumat, 8 Mei 2026.

Dengan asumsi kurs Rp17.300 per dolar AS, penyusutan tersebut setara sekitar Rp34,6 triliun.

Penurunan cadev selama periode Maret–April 2026 tersebut digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

Sementara posisi cadev akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.