Pertumbuhan Ekonomi Siak Lampaui Riau, Wabup Tetap Soroti Sejumlah Tantangan

Lina 14 May 2026, 15:36
Pertumbuhan Ekonomi Siak Lampaui Riau, Wabup Tetap Soroti Sejumlah Tantangan
Pertumbuhan Ekonomi Siak Lampaui Riau, Wabup Tetap Soroti Sejumlah Tantangan

RIAU24.COM - SIAK SRI INDRAPURA – Wakil Bupati Siak Syamsurizal resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Siak Tahun 2027 yang digelar di Ruang Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Rabu (13/5/2026).

Dalam pemaparannya, Syamsurizal menyampaikan sejumlah capaian indikator makro pembangunan Kabupaten Siak selama periode 2021–2025 yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sektor.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak meningkat dari 2,31 persen pada tahun 2021 menjadi 5,87 persen di tahun 2025. Angka tersebut bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yang berada di angka 4,79 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Siak juga berhasil ditekan dari 5,18 persen menjadi 4,40 persen. Capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan tingkat kemiskinan Provinsi Riau yang masih berada di angka 6,30 persen.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Siak juga mengalami peningkatan konsisten dari 73,98 menjadi 77,19, melampaui capaian Provinsi Riau sebesar 76,31.

“Capaian dengan perbaikan dari tahun 2021 hingga 2025 ini merupakan capaian terbaik kita. Namun tentu tidak berarti pembangunan kita bebas dari berbagai tantangan,” ujar Syamsurizal.

Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Siak memaparkan enam isu strategis yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Siak dalam penyusunan RKPD Tahun 2027.

Isu pertama yakni target alokasi belanja pegawai sebesar 30 persen. Saat ini, belanja pegawai Kabupaten Siak masih berada di angka 37,84 persen atau sekitar Rp2,1 triliun.

Kedua, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor migas dan potensi daerah dinilai belum optimal. Ketiga, tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kita harus bekerja keras, tidak hanya menunggu dana transfer pusat. Potensi sumber daya alam dan peluang pendapatan daerah di Kabupaten Siak sangat terbuka. Kami berharap adanya kerja sama dan kerja ikhlas semua pihak agar pendapatan asli daerah kita semakin baik ke depan,” tegasnya.

Selanjutnya, isu keempat adalah pemerataan pembangunan antarwilayah yang dinilai belum optimal. Kelima, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing tenaga kerja. Serta keenam, penguatan ekonomi inklusif dan pengurangan ketimpangan sosial.

Syamsurizal juga menjelaskan bahwa proyeksi keuangan daerah Kabupaten Siak pada tahun 2027 diperkirakan berada di angka Rp1,9 triliun, dengan rincian PAD sekitar Rp449 miliar dan pendapatan transfer pusat sebesar Rp1,5 triliun.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendorong peningkatan PAD Kabupaten Siak agar ke depan lebih mandiri secara fiskal.

“Mudah-mudahan pendapatan asli daerah kita bisa mencapai Rp1 triliun. Dalam Musrenbang ini saya mewakili Bupati menyampaikan apa adanya. Kami bersama seluruh perangkat daerah akan terus bekerja keras agar Siak semakin maju,” pungkasnya.(Lin)