Enam Isu Strategis Jadi Fokus Pembangunan Kabupaten Siak Tahun 2027

Lina 15 May 2026, 13:24
Enam Isu Strategis Jadi Fokus Pembangunan Kabupaten Siak Tahun 2027
Enam Isu Strategis Jadi Fokus Pembangunan Kabupaten Siak Tahun 2027

RIAU24.COM - SIAK SRI INDRAPURA – Wakil Bupati Siak Syamsurizal resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Siak Tahun 2027 di Ruang Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Rabu (13/5/2026).

Dalam pemaparannya, Syamsurizal menyampaikan capaian indikator makro Kabupaten Siak sepanjang periode 2021 hingga 2025 yang menunjukkan perkembangan positif di sejumlah sektor pembangunan.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak meningkat signifikan dari 2,31 persen pada tahun 2021 menjadi 5,87 persen pada tahun 2025. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau yang berada di angka 4,79 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Siak juga berhasil ditekan dari 5,18 persen menjadi 4,40 persen. Capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan angka kemiskinan Provinsi Riau yang masih berada di angka 6,30 persen.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Siak meningkat secara konsisten dari 73,98 menjadi 77,19 dan turut melampaui capaian IPM Provinsi Riau sebesar 76,31.

“Capaian dengan perbaikan dari tahun 2021 hingga 2025 ini merupakan capaian terbaik kita. Namun tentu tidak berarti pembangunan kita bebas dari tantangan yang ada,” ujar Syamsurizal.

Dalam forum Musrenbang tersebut, Wakil Bupati Siak juga memaparkan enam isu strategis yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Siak dalam penyusunan RKPD Tahun 2027.

Isu pertama yakni target alokasi belanja pegawai sebesar 30 persen. Saat ini, belanja pegawai Kabupaten Siak masih berada di angka 37,84 persen atau sekitar Rp2,1 triliun.

Kedua, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor migas dan sumber pendapatan daerah lainnya dinilai belum optimal.

Ketiga, tingginya ketergantungan daerah terhadap dana transfer pemerintah pusat yang dinilai perlu dikurangi melalui penguatan sumber pendapatan daerah.

“Kita harus bekerja keras, tidak hanya menunggu pendapatan transfer pusat. Potensi sumber daya alam dan pendapatan daerah di Kabupaten Siak sangat terbuka. Kami berharap adanya kerja sama dan kerja ikhlas semua pihak agar pendapatan asli daerah kita semakin baik ke depan,” tegasnya.

Selanjutnya, isu keempat adalah pemerataan pembangunan antarwilayah yang dinilai belum optimal. Kelima, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing tenaga kerja. Sedangkan isu keenam yakni penguatan ekonomi inklusif dan pengurangan ketimpangan sosial.

Syamsurizal juga menjelaskan bahwa proyeksi keuangan daerah Kabupaten Siak pada tahun 2027 diperkirakan berada di angka Rp1,9 triliun, dengan rincian PAD sekitar Rp449 miliar dan pendapatan transfer pusat sebesar Rp1,5 triliun.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam meningkatkan PAD Kabupaten Siak agar daerah mampu lebih mandiri secara fiskal di masa mendatang.

“Mudah-mudahan pendapatan asli daerah kita bisa mencapai Rp1 triliun. Dalam Musrenbang ini saya mewakili Bupati menyampaikan apa adanya. Kami bersama seluruh perangkat daerah akan terus bekerja keras agar Siak semakin maju,” pungkasnya.(Lin)