Dahsyatnya Angin Puting Beliung Merontokkan Sekolah dan Rumah Warga
RIAU24.COM - Angin puting beliung menerjang sejumlah bangunan sekolah dan beberapa rumah warga di Desa Api Api, kecamatan Bandar Laksemana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu 7 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.
Dalam hitungan menit, bangunan SMP Negeri 1 Bandar Laksamana mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga membuat warga sekitar berhamburan keluar untuk melihat kondisi tersebut.
Adapun, video kondisi sekolah yang beredar luas di media sosial memperlihatkan betapa dahsyatnya terjangan angin puting beliung tersebut. Akibat musibah itu, diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Sehingga, atap bangunan sekolah tampak hilang tersapu angin, sementara beberapa bagian bangunan lainnya roboh dan berserakan di area sekolah.
Pemandangan memilukan terlihat di lingkungan sekolah yang biasanya menjadi tempat aktivitas belajar mengajar para siswa.
Material bangunan berupa seng, kayu, dan rangka atap tampak berhamburan di berbagai sudut, menandakan kuatnya pusaran angin yang melanda dikawasan itu.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku tidak menyangka angin datang dengan kekuatan begitu besar. Dalam waktu singkat, bangunan yang selama ini menjadi pusat pendidikan diwilayah tersebut berubah menjadi puing puing.
Camat Bandar Laksamana, Rizki Afriandi, membenarkan peristiwa yang menimpa SMPN 1 Bandar Laksamana.
Menurutnya, pemerintah kecamatan langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani dampak bencana.
"Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran dan pihak terkait untuk fokus membantu membersihkan pohon-pohon yang tumbang akibat angin puting beliung," ujar Rizki.
Selain menimbulkan kerusakan pada bangunan sekolah, cuaca buruk juga sempat mengganggu akses transportasi di sejumlah titik. Namun, berkat kerja cepat petugas, jalur lalu lintas yang sebelumnya terganggu kini sudah dapat dilalui kembali oleh masyarakat.
"Alhamdulillah, untuk lalu lintas jalan saat ini sudah berjalan sebagaimana mestinya setelah dilakukan penanganan terhadap pohon yang tumbang,"ujarnya lagi.
Terkait kemungkinan adanya korban jiwa maupun korban luka, Rizki mengaku belum dapat memberikan kepastian. Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan membuat tim belum bisa segera melakukan pengecekan secara menyeluruh ke lokasi kejadian.