Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda: HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas

Lina 12 Jun 2026, 20:32
Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda: HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas
Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda: HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas

RIAU24.COM - SIAK – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Siak bersama Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Siak berkolaborasi menggelar sosialisasi dan edukasi bagi pelajar SMA terkait bahaya narkoba, HIV/AIDS, serta pergaulan berisiko.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Siak Bermadah, Kamis (11/6/2026), diikuti pelajar SMA se-Kabupaten Siak. Para peserta mendapatkan berbagai materi edukatif, mulai dari sosialisasi Senam Jantung Sehat, edukasi kesehatan jantung sejak dini, penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS, kampanye 2P dalam upaya pencegahan Infeksi Penyakit Seksual (IPS), hingga penyuluhan bahaya narkoba bagi remaja.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai ancaman serius yang perlu diwaspadai bersama. Menurutnya, penyebaran HIV/AIDS, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan berisiko semakin mengkhawatirkan, terlebih di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025, tercatat sekitar 564 ribu orang hidup dengan HIV di Indonesia, dengan 86 persen kasus terjadi pada kelompok usia produktif 25 hingga 49 tahun. Data tersebut menjadi peringatan bahwa kelompok usia muda memiliki kerentanan tinggi apabila tidak dibekali pengetahuan dan pemahaman yang memadai sejak dini.

“Kita semua harus bersama-sama menghindari, apalagi anak-anak. Umur mereka ini cenderung bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik. Pencegahan ini kita mulai dari keluarga dulu, kedua dari pendidikan melalui para guru agar selalu memberi pemahaman seperti bahaya dari HIV/AIDS dan narkoba. Ketiga, diperkuat dengan nilai-nilai agama masing-masing,” ujar Syamsurizal.

Ia menambahkan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dan utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif. Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat membuka ruang bagi masuknya pengaruh buruk yang berdampak pada perilaku remaja.

“Peran keluarga sangat penting sebagai benteng utama dalam menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif, termasuk di era media sosial yang semakin terbuka,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Siak juga terus mendorong penguatan kedisiplinan pelajar melalui imbauan agar peserta didik sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB guna meminimalisasi risiko terlibat dalam aktivitas negatif.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Siak, Siti Sarifah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program perdana YJI setelah kepengurusan baru dilantik pada 2 Mei 2026.

“Ini merupakan kegiatan perdana kami setelah pelantikan pada 2 Mei. Alhamdulillah, dengan kekompakan pengurus serta kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Ke depan, kami ingin senam jantung sehat ini tidak hanya dikenal, tetapi menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan secara rutin oleh masyarakat, termasuk pelajar di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Siti Sarifah menegaskan komitmen YJI Kabupaten Siak untuk menjadikan Senam Jantung Sehat sebagai program berkelanjutan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun pola hidup sehat sejak usia dini.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Acara diawali dengan Senam Jantung Sehat yang diikuti pelajar dan Forum Anak Kabupaten Siak. Suasana semakin meriah dengan berbagai kuis berhadiah yang menambah semangat dan partisipasi peserta sepanjang kegiatan berlangsung.(Lin)