Rencana PBNU Rombak Organisasi

Azhar 22 Jun 2026, 06:01
Nahdlatul Ulama. Sumber: NU Cilegon
Nahdlatul Ulama. Sumber: NU Cilegon

RIAU24.COM - Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifuddin Muhadjir menyebut pihaknya akan merombak organisai demi arah masa depan Nahdlatul Ulama (NU) yang lebih baik.

Hal ini menurutnya menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, dikutip dari inilah.com, Senin 22 Juni 2026.

Menurutnya, perjalanan NU harus berpijak pada prinsip-prinsip dasar yang tidak dapat diubah, sekaligus tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Terdapat perbedaan antara hal-hal yang bersifat permanen atau harga mati dengan aspek yang dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi dan kondisi," ujarnya.

“Persoalannya hal-hal apa saja di dalam NU ini yang harga mati dan hal-hal apa saja di dalam NU yang bisa beradaptasi," tambahnya.

Ia menjelaskan empat prinsip utama yang bersifat permanen dalam tubuh NU, yakni Qanun Asasi beserta Khittah NU, konsep NU sebagai jam’iyyah ijtima’iyyah atau organisasi sosial-keagamaan, dasar Pancasila, serta ideologi Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyyah.

Sementara itu, terkait mekanisme pemilihan kepemimpinan di lingkungan NU, Kiai Afif menilai hal tersebut termasuk kategori yang dapat beradaptasi karena merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi.