Rencana Prabowo Menyikapi Ekonomi 5 Persen dan Meningkatnya Jumlah Rakyat Miskin
RIAU24.COM - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan pertumbuhan ekonomi 5 persen.
Alasannya karena pertumbuhan ekonomi belum mampu dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dikutip dari liputan6.com, Rabu 24 Juni 2026.
Seharusnya pertumbuhan ekonomi menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan.
"Selama tujuh tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5 persen tiap tahun. Tujuh tahun kali lima, berarti 35 persen pertumbuhannya. Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35 persen," ujarnya.
Data yang diterima malah menunjukkan kondisi yang berbeda.
"Kenyataan bahwa setelah tujuh tahun tumbuh 5 persen, masa penduduk miskin tambah. Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah. Ini sesuatu yang aneh, yang anomali. Yang kelas menengah yang sudah tadinya lepas dari kemiskinan, turun," ujarnya.
Hal ini menurutnya mrnjadi sinyal bahwa hasil pertumbuhan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh kelompok tertentu.
"Fenomena ini jelas menunjukkan adanya persoalan dalam sistem ekonomi yang perlu segera dibenahi," ujarnya.