Melihat Pengaruh Politik Jokowi di Pemilu 2029

Azhar 8 Jul 2026, 22:47
Presiden ke-7 Joko Widodo
Presiden ke-7 Joko Widodo

RIAU24.COM - Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, meyakini rangkaian safari politik Presiden ke-7 Joko Widodo tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik menjelang Pemilu 2029.

Langkah Jokowi hadir untuk memperkuat posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sekaligus menjaga peluang politik putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dikutip dari rmol.id, Rabu 8 Juli 2028.

"Entah itu (Gibran) tetap menjadi pendamping bagi presiden petahana Prabowo Subianto atau juga maju berpasangan dengan kandidat lain di 2029 mendatang, bila sudah tidak bersama lagi dengan Prabowo di Pilpres 2029 mendatang,"  ujarnya.

Tambahnya, Pemilu 2029 akan menjadi ujian bagi pengaruh politik Jokowi setelah tidak lagi berada di tampuk kekuasaan. 

Selama ini, Jokowi dikenal memiliki rekam jejak kemenangan beruntun, mulai dari Pemilihan Wali Kota Solo, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, hingga dua kali memenangi pemilihan presiden.

"Apakah kesaktian politik yang dimiliki oleh Jokowi juga dapat menular ke dua hal tadi. Pertama PSI lolos parlemen di 2029 mendatang, kedua juga dapat menjaga Gibran tetap berkontestasi di 2029 mendatang dan unggul sebagai pemenang, entah itu tetap menjadi pendamping Prabowo atau berpasangan dengan kandidat lain," sebutnya.

Meski seperti itu, dia mengingatkan kondisi politik Jokowi saat ini berbeda dibanding ketika masih menjabat sebagai presiden. 

Berakhirnya masa jabatan otomatis membuat sumber daya dan daya pengaruh politik yang dimiliki Jokowi tidak lagi sebesar sebelumnya.