Ketika Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Azhar 10 Jul 2026, 23:48
Kapal tangker Pertamina. Sumber:  BBC
Kapal tangker Pertamina. Sumber: BBC

RIAU24.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut dalam waktu dekat Indonesia tak lagi mengimpor solar.

Hal ini berkat implementasi program biodiesel B50, dikutip dari rmol.id, Jumat 10 Juli 2026.

B50 membuat Indonesia mampu menghemat devisa negara hingga Rp177 triliun. 

"Dengan B-50 solar itu kita tidak impor lagi dan kita menghemat devisa Rp177 triliun dan berkontribusi terhadap net zero emission 44 juta ton CO2," ujarnya.

Menurutnya, konflik geopolitik yang masih berlangsung, termasuk di Ukraina dan kawasan Selat Hormuz, menuntut Indonesia memperkuat fondasi ekonomi melalui penguatan rantai pasok, serta percepatan kedaulatan pangan dan energi.

"Di tengah ketidakpastian, terutama terkait konflik geopolitik yang belum selesai, baik di Ukraina maupun di Selat Hormuz, ditambah lagi disrupsi teknologi seperti artificial intelligence, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain," sebutnya.

Selain memperluas penggunaan biodiesel, pemerintah juga mulai mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt.