B50 Tak Langsung Bikin Rusak Mesin, Tapi...
RIAU24.COM - Pengamat Energi Center of Reform on Economics (CORE), Muhammad Ishak Razak melihat hingga saat ini belum ada hasil uji jalan dari sejumlah produsen truk yang menunjukkan adanya kerusakan signifikan akibat penggunaan B50 alias pencapuran biodesel kelapa sawit sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Hanya saja penggunaan campuran biodiesel yang lebih tinggi tetap membawa konsekuensi berupa peningkatan kebutuhan perawatan, terutama bagi kendaraan logistik yang lebih berumur, dikutip dari inilah.com, Minggu 12 Juli 2026.
"Untuk mesin logistik, secara umum B50 tidak serta-merta merusak mesin diesel modern, dan hasil road test dari beberapa produsen truk belum menunjukkan gejala kerusakan berarti," sebutnya.
Meski demikian, industri otomotif sebelumnya sempat meminta masa transisi agar teknologi kendaraan dan infrastruktur pendukung benar-benar siap sebelum implementasi penuh.
Persoalan yang lebih sering muncul bukanlah kerusakan mesin secara langsung, melainkan dampak terhadap komponen pendukung.
Penggunaan B50 berpotensi membuat filter solar lebih cepat kotor akibat endapan (sludge),
"Lalu meningkatkan kandungan air pada bahan bakar, mempercepat keausan injektor, hingga membuat konsumsi bahan bakar sedikit lebih boros sekitar 1-3 persebln dibandingkan penggunaan B40," ujarnya.
"Risikonya akan lebih besar pada pada truk tua karena seal dan selang berbahan karet konvensional bisa mengembang atau retak terkena biodiesel pekat, sehingga perlu diganti ke material sintetis," ujarnya.