Gara Gara Pengembalian Daging Ayam yang Sudah Membiru, Karyawan SPPG Beringin Dipukul 2 Pelaku

Dahari 4 Aug 2026, 11:16
Pengembalian Daging Ayam yang Sudah Membiru, Karyawan SPPG Beringin Dipukul 2 Pelaku
Pengembalian Daging Ayam yang Sudah Membiru, Karyawan SPPG Beringin Dipukul 2 Pelaku

RIAU24.COM - Terkait adanya rekaman camera pengawas (CCTV) memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, beredar luas di masyarakat.

Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan pengembalian bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin 3 Agustus 2026 kemarin sore.

Korban diketahui bernama Hafizat Hakim alias Adam. Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi sekitar 53 detik tersebut, korban diduga menjadi sasaran aksi kekerasan yang dilakukan oleh dua orang pria sekitar pukul 17.56 WIB.

Dalam rekaman tersebut terlihat ada dua orang laki laki dengan mengenakan pakaian berwarna merah dan hitam memasuki area SPPG Beringin. Dilokasi situasi yang semula tampak biasa lalu mendadak berubah tegang.

"Pria berbaju merah diduga lebih dahulu mendorong dan menampar korban hingga tubuhnya tersandar ke dinding," ungkap kepala SPPG Beringin Talang Muandau, Ivan Wiliam Seragih, Selasa 4 Agustus 2026.

Tidak lama kemudian, pria berbaju hitam juga terlihat melayangkan pukulan ke arah wajah korban. Setelah melakukan aksinya, keduanya langsung meninggalkan lokasi tersebut 

Kepala SPPG Beringin Talang Muandau, Ivan Wiliam Seragih kembali menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga dipicu atas pengembalian satu plastik ayam yang sebelumnya dipesan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Talang Muandau.

Menurut Ivan, saat dilakukan pemeriksaan, salah satu plastik ayam yang diterima pihak SPPG mengalami perubahan warna menjadi kebiruan sehingga diduga tidak layak untuk diolah dan disajikan kepada para penerima manfaat MBG.

"Dari ayam yang kami terima, ada satu plastik yang sudah membiru sehingga diduga tidak layak dikonsumsi. Kami demi menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat MBG, ayam tersebut kami kembalikan kepada pemasok. Mungkin mereka tidak menerima keputusan itu," ujar Ivan lagi.

Ivan menyesalkan terjadinya aksi kekerasan tersebut. Dia juga menegaskan bahwa setiap persoalan seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang melanggar hukum.

Peristiwa itu telah dilaporkan ke Polsek Pinggir pada malam harinya untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan yang dikonfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan tanggapan terkait laporan maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.

Sementara, rekaman CCTV yang beredar luas di masyarakat diharapkan dapat menjadi salah satu barang bukti penting bagi penyidik dalam mengungkap secara terang dugaan tindak penganiayaan tersebut.