Klaim Golkar yang Selalu Menjadi Bagian dari Penguasa

Azhar 5 Aug 2026, 21:46
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Sumber: Internet
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut, partainya tidak akan menjadi oposisi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini sejalan dengan karakter politik Golkar yang sejak lama memilih berada di lingkaran pemerintahan, dikutip dari rmol.id, Rabu 5 Agustus 2026.

Dukungan juga tak akan surut meski kandidat yang didukung Golkar kalah dalam Pilpres.

Golkar disebut memiliki kecenderungan untuk tetap berkongsi dengan pemerintah dan menjadi bagian dari kekuasaan.

"Kalau melihat filosofi politik Partai Golkar ada yang disebut karya kekaryaan. Itu diterjemahkan oleh Partai Golkar bahwa dalam politik, Golkar harus berkontribusi," ujarnya.

Semangat karya kekaryaan membuat Golkar selalu berupaya mengambil peran dalam pemerintahan siapa pun yang memenangkan kontestasi politik nasional.

"Jadi siapa pun yang menjadi penguasa, sekalipun Golkar kalah di Pilpres, sebisa mungkin Golkar ikut berkontribusi dan menjadi bagian penting dalam kekuasaan pemerintah," sebutnya.