Bupati Siak Minta Kepastian TKD, Khawatir Perencanaan Anggaran Melenceng

Lina 12 Aug 2026, 19:38
Bupati Siak Minta Kepastian TKD, Khawatir Perencanaan Anggaran Melenceng
Bupati Siak Minta Kepastian TKD, Khawatir Perencanaan Anggaran Melenceng

RIAU24.COM - SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli meminta masukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Riau terkait kondisi fiskal daerah yang terbatas serta belum pastinya waktu dan besaran Transfer ke Daerah (TKD).

Afni berharap Kanwil DJPb sebagai representasi Kementerian Keuangan di daerah dapat menjadi jembatan penghubung antara Pemerintah Kabupaten Siak dan pemerintah pusat dalam menyampaikan kondisi serta persoalan fiskal yang dihadapi daerah.

Permintaan tersebut disampaikan Afni saat menerima kunjungan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau Adnan Wimbyarto dan Kepala KPPN Pekanbaru Tri Widiyanto, Rabu (12/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas kondisi fiskal Siak, perkembangan TKD, serta langkah yang dapat ditempuh pemerintah daerah dalam menyusun anggaran di tengah tekanan fiskal.

Afni menyebut situasi tersebut sebagai “psikologis fiskal” Siak. Menurutnya, ketidakpastian transfer membuat pemerintah daerah harus berulang kali menyesuaikan perencanaan anggaran.

“Kalau kami membuat perencanaan dan kemudian meleset, efeknya ke mana-mana. Kami dianggap tidak pandai belanja, padahal yang membuat perencanaan berubah salah satunya karena tidak adanya kepastian kapan dan berapa besar dana yang akan ditransfer,” ujar Afni.

Sejak mulai menjabat pada Juni 2025, Pemkab Siak telah melakukan efisiensi anggaran hampir Rp700 miliar sekaligus membayarkan kewajiban kepada pihak ketiga.

Namun, di tengah keterbatasan ruang fiskal, pemerintah daerah tetap dituntut menjaga pembangunan dan memastikan pelayanan dasar masyarakat tidak terganggu.

“Mengapa saya terus menyuarakan ini? Karena efeknya ke mana-mana. Kami harus menjaga pembangunan tetap berjalan, tetapi pelayanan dasar masyarakat juga tidak boleh terganggu,” katanya.

Afni berharap pertemuan dengan Kanwil DJPb dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai langkah yang dapat dilakukan Pemkab Siak agar perencanaan anggaran tetap terukur dan pembangunan tidak terganggu oleh perubahan kondisi fiskal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau Adnan Wimbyarto meminta Pemkab Siak memperkuat data mengenai kondisi fiskal daerah.

Menurutnya, data yang lengkap dan terukur penting agar persoalan yang disampaikan Pemkab Siak dapat dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan.

“Kita nanti akan menjembatani supaya tahu bagaimana sebenarnya kondisi di daerah. Saya inginnya pemerintah daerah dengan Kementerian Keuangan bisa duduk bersama membahas terkait kondisi fiskal Siak yang disampaikan tadi. Silakan diperkuat datanya, dan bisa dikoordinasikan bersama kami, kita bisa memberikan data yang detail,” ujarnya.

Adnan mengatakan data yang lengkap dan terukur akan menjadi dasar untuk melihat kondisi serta kebutuhan fiskal Siak secara lebih utuh, sekaligus menentukan langkah melalui mekanisme yang tersedia.

Dalam pertemuan tersebut, Kanwil DJPb juga memaparkan kajian makro fiskal Kabupaten Siak yang mencakup perkembangan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, ketenagakerjaan, kondisi fiskal daerah, serta perkembangan penyaluran TKD.

Pertemuan kemudian ditutup dalam suasana hangat. Afni mengajak Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau Adnan Wimbyarto, Kepala KPPN Pekanbaru Tri Widiyanto, dan rombongan mengunjungi kawasan Istana Siak Sri Indrapura.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Pemkab Siak untuk memperkenalkan sejarah serta warisan budaya Melayu yang menjadi identitas Kabupaten Siak.

Kondisi fiskal Siak sebelumnya juga menjadi perhatian Pemkab. Pada akhir 2025, Afni telah menekankan pentingnya disiplin belanja dan prioritas pembayaran kewajiban daerah di tengah kondisi kas yang terbatas.(Lin)