Harapan Sejarah Kelam NU Tak Lagi Terulan
RIAU24.COM - Salah seorang warga sekaligus kader NU, Supriyanto berharap Muktamar ke-33 NU pada 1-5 Agustus 2015 silam tak lagi terulang di tahun ini.
Dia mengingat ketegangan dalam forum tersebut, dikutip dari rmol.id, Minggu 23 Agustus 2026.
Kala itu terjadi perdebatan mengenai tata tertib, khususnya penerapan sistem Ahlul Halli Qal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam.
Hal tetsebut membuat persidangan berjalan alot.
Situasi bahkan sempat berujung pada skorsing sidang setelah terjadi serangkaian interupsi.
Ketegangan meningkat hingga terjadi aksi saling dorong dan pengusiran peserta dari arena persidangan.
Pengalaman itu membuat dua berharap Muktamar ke-35 tidak mengulang persoalan serupa.
"Saya khawatir deadlock dan molor seperti 2015,"ujarnya.
Kekhawatiran tersebut muncul karena dia tinggal di Tambakrejo, kawasan yang berada tidak jauh dari lokasi muktamar.
Dia makin khawatir pelaksanaan forum terbesar NU itu memengaruhi suasana masyarakat sekitar, bukan hanya peserta yang berada di ruang persidangan.