Sekda Mahadar: Siak Dorong Transformasi Kota Pusaka Berbasis UMKM Kreatif

Lina 29 Aug 2026, 21:06
Sekda Mahadar: Siak Dorong Transformasi Kota Pusaka Berbasis UMKM Kreatif
Sekda Mahadar: Siak Dorong Transformasi Kota Pusaka Berbasis UMKM Kreatif

RIAU24.COM - TERNATE — Kabupaten Siak mendorong agar status Kota Pusaka tidak berhenti sebagai upaya menjaga peninggalan sejarah, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, saat mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII Tahun 2026 di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026).

Rakernas yang dipusatkan di pelataran Titik Nol Landmark Kota Ternate itu menjadi ruang bagi daerah-daerah anggota JKPI untuk bertukar gagasan mengenai pelestarian warisan budaya, pengembangan kawasan bersejarah hingga pemanfaatan potensi ekonomi kreatif.

Mahadar hadir memimpin delegasi Kabupaten Siak, didampingi istrinya, Ny. Erdawati. Kehadiran Siak dalam forum nasional tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya dan mendorong agar kawasan pusaka dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Menurut Mahadar, kekayaan sejarah yang dimiliki Siak merupakan modal besar yang dapat dikembangkan secara kreatif tanpa menghilangkan nilai autentik kawasan heritage.

“Kabupaten Siak berkomitmen menyelaraskan status heritage city dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Karakter sejarah Siak yang kuat adalah modal utama. Ide besarnya adalah mengintegrasikan pariwisata sejarah dengan ruang hidup UMKM kreatif,” ujar Mahadar.

Ia menjelaskan, transformasi tersebut dapat dilakukan dengan memberikan ruang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk tumbuh di sekitar kawasan pusaka.

Produk seperti suvenir, kain tenun Siak, kuliner khas dan berbagai kerajinan lokal dapat dikembangkan dengan mengangkat cerita sejarah sebagai bagian dari identitas produk.

Menurut Mahadar, kekuatan storytelling dapat membuat produk lokal tidak sekadar menjadi barang cendera mata, tetapi memiliki cerita dan nilai yang membuat wisatawan memiliki pengalaman berbeda ketika membelinya.

Kawasan Heritage Jadi Ruang Kreatif

Siak juga mendorong revitalisasi kawasan heritage agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang kreatif masyarakat.

Kawasan cagar budaya dapat menjadi lokasi pameran produk UMKM, pertunjukan seni, kegiatan kreatif hingga ruang interaksi wisatawan dengan pelaku budaya. Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan kelestarian dan keaslian kawasan.

“Pemanfaatan kawasan heritage harus dilakukan secara bijak. Nilai sejarah dan keasliannya tetap dijaga, tetapi pada saat yang sama kawasan tersebut dapat menjadi ruang hidup bagi aktivitas kreatif masyarakat,” jelasnya.

Selain pengembangan secara fisik, Mahadar melihat peluang besar melalui ekonomi digital.

Pelaku ekonomi kreatif dapat dilibatkan untuk mengemas sejarah Siak melalui platform digital, aplikasi wisata, video pendek, hingga berbagai konten kreatif yang lebih dekat dengan generasi muda.

Dengan cara tersebut, cerita tentang sejarah Kesultanan Siak dan kekayaan budaya daerah tidak hanya dapat dinikmati wisatawan yang datang langsung, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui ruang digital.

Dari Warisan Sejarah Menjadi Kekuatan Ekonomi

Mahadar berharap forum JKPI dapat menghasilkan kerja sama yang lebih konkret antarkota pusaka di Indonesia.

Menurutnya, pertukaran pengalaman dan praktik baik antar daerah penting untuk membangun model pengelolaan kawasan pusaka yang mampu berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat.

Kabupaten Siak juga berharap sinergi JKPI dapat mendorong lahirnya kebijakan nasional yang memberikan dukungan pendanaan, penguatan kapasitas serta pendampingan bagi UMKM kreatif yang tumbuh di kawasan bersejarah.

“Warisan sejarah harus tetap kita jaga, tetapi masyarakat yang hidup di sekitarnya juga harus mendapatkan manfaat. Karena itu, pelestarian dan pemberdayaan ekonomi harus berjalan bersama,” tegas Mahadar.

Sementara itu, dalam rangkaian Rakernas JKPI XII, dilakukan penyerahan Bendera Pataka Rakernas kepada Ketua TP PKK Kota Bandung, Aryatri Farhan, yang mewakili Wali Kota Bandung sebagai tuan rumah Rakernas JKPI XIII Tahun 2027.

Estafet pataka tersebut menjadi simbol keberlanjutan kolaborasi antarkota pusaka dalam menjaga warisan budaya Nusantara dari timur hingga barat Indonesia.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, juga menekankan pentingnya sinergi antardaerah dalam menghidupkan kembali nilai sejarah sebagai kekuatan pembangunan masa depan.

Ternate yang dikenal memiliki sejarah sebagai salah satu pusat perdagangan rempah dunia dan Bandung sebagai kota dengan kekuatan inovasi budaya dinilai menunjukkan bahwa sejarah dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan.

Ke depan, kerja sama JKPI akan diarahkan pada penguatan pertukaran budaya, perlindungan cagar budaya, pengembangan ekonomi kreatif serta inovasi tata kelola kota yang berkelanjutan.

Rangkaian Rakernas kemudian ditutup dengan apresiasi Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal, atas antusiasme seluruh delegasi. Pada kesempatan tersebut juga disahkan perpindahan tongkat kepemimpinan Ketua Presidium JKPI dari Wali Kota Yogyakarta kepada Wali Kota Ternate.

Bagi Siak, keikutsertaan dalam Rakernas JKPI bukan sekadar mempertahankan jejak masa lalu. Lebih dari itu, sejarah diharapkan dapat dihidupkan kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kota Pusaka bukan sekadar tempat menyimpan sejarah, tetapi ruang untuk menghidupkan sejarah agar memberi manfaat bagi generasi hari ini dan masa depan.(Lin)