Berkenalan dengan Desil 1-10

Azhar 29 Aug 2026, 22:23
Warga miskin. Sumber: kompasiana.com
Warga miskin. Sumber: kompasiana.com

RIAU24.COM - Buntut sejumlah buruh dengan gaji setara upah minimum namun status ekonominya masuk kelompok desil atas dalam data pemerintah, istilah desil lalu menjadi perbincangan hangat.

Belum lagi sorotan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSP) yang menilai metode penghitungan desil tidak mencerminkan kondisi riil penghasilan pekerja, dikutip dari liputan6.com.

Jadi, apa itu desil dan bagaimana pembagian desil 1 sampai 10 bekerja?

Istilah desil diambil dari bahasa Latin. decem, yang berarti sepuluh. 

Dalam ilmu statistik, desil adalah metode pembagian sekelompok data, dalam konteks ini populasi penduduk, menjadi 10 bagian dengan jumlah yang sama besar. Setiap bagian mewakili 10 persen dari total populasi.

Cara kerjanya, seluruh rumah tangga di suatu wilayah diurutkan mulai dari kondisi ekonomi paling rendah hingga paling tinggi, lalu dibagi rata menjadi 10 kelompok. 

Desil 1 mewakili 10 persen rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling bawah, sedangkan Desil 10 mewakili 10 persen rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling mapan.

Di Indonesia, penentuan desil ternyata tidak hanya berdasarkan besaran pendapatan atau upah seseorang. 

Ada sejumlah variabel lain yang ikut dihitung, mulai dari kondisi fisik rumah (jenis lantai, dinding, atap), akses sanitasi dan listrik, kepemilikan aset seperti kendaraan bermotor dan barang elektronik, hingga profil demografi keluarga seperti jumlah tanggungan dan pendidikan kepala keluarga.

Semua variabel itu diolah dengan metode Proxy Means Testing (PMT) untuk menghasilkan satu skor kesejahteraan yang menentukan di posisi desil mana sebuah keluarga berada.

Arti Desil 1 sampai 10:

1. Desil 1: kelompok 10 persen rumah tangga termiskin, kerap disebut kategori miskin ekstrem dan jadi prioritas utama seluruh program bantuan sosial.

2. Desil 2: kelompok miskin, masih jadi prioritas program bantuan tunai dan pangan.

3. Desil 3: kelompok hampir miskin, kondisinya rentan turun kelas bila ada guncangan ekonomi.

4. Desil 4: kelompok rentan miskin, umumnya jadi batas akhir (cut-off) penerima bantuan reguler.

5. Desil 5: kelompok pas-pasan, bantuan yang diterima lebih terbatas dan selektif.

6. Desil 6–8: kelompok menengah, umumnya dianggap sudah mandiri secara ekonomi.

7. Desil 9–10: kelompok mapan hingga kaya, secara aturan tidak berhak menerima bantuan sosial dalam bentuk apa pun.

Semakin kecil angka desil seseorang, semakin besar peluangnya mengakses program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), atau Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).