Mediasi Buntu, Warga Lalang Green Land 1 Sepakat Bangun Kembali Tembok yang Dijebol untuk Akses Proyek BTS

Riko 5 Sep 2026, 10:22
Mediasi Buntu, Warga Lalang Green Land 1 Sepakat Bangun Kembali Tembok yang Dijebol untuk Akses Proyek BTS
Mediasi Buntu, Warga Lalang Green Land 1 Sepakat Bangun Kembali Tembok yang Dijebol untuk Akses Proyek BTS

RIAU24.COM - Upaya penyelesaian konflik terkait pembukaan akses jalan dan tembok pembatas di Kompleks Perumahan Lalang Green Land 1, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, kembali menemui jalan buntu. Dalam mediasi ketiga yang digelar Jumat malam (4/9/2026) di Masjid Al-Hikmah, warga akhirnya sepakat untuk membangun kembali tembok pembatas kompleks yang sebelumnya dibongkar.

Tembok tersebut disebut dibuka untuk dijadikan akses menuju lokasi pembangunan menara pemancar (tower) BTS. Keputusan warga untuk memugar tembok diambil setelah pihak Pondok Tahfiz Al-Bukhari Muslim, yang diduga sebagai pelaku pembongkaran dan pihak penyewa lahan tower, tidak hadir dalam pertemuan mediasi.

Mediasi Ketiga Berakhir Buntu

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya terakhir warga mencari solusi damai atas persoalan yang telah berlangsung. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, warga turut menghadirkan petugas Bhabinkamtibmas dari Polsek Sunggal serta kuasa hukum mereka, Budi Darma, S.H.

Warga juga mengaku telah mengundang perangkat pemerintahan setempat, termasuk Kepala Desa Lalang dan Camat Sunggal. Namun, hingga mediasi dimulai, tidak ada perwakilan dari pemerintah desa maupun kecamatan yang hadir. Kondisi ini sangat disayangkan warga lantaran persoalan yang menyangkut akses, fasilitas umum, dan keamanan lingkungan dinilai membutuhkan peran pemerintah sebagai fasilitator penyelesaian.

Warga Khawatir Ancaman Banjir

Keresahan warga semakin meningkat pascapembongkaran tembok. Selama ini, tembok tersebut berfungsi ganda, yakni sebagai pembatas kawasan sekaligus pelindung perumahan dari aliran air sungai di sekitar lokasi.

Sejak tembok dibuka, warga khawatir luapan air sungai akan lebih mudah masuk ke lingkungan perumahan, terutama saat debit air meningkat. Pada mediasi kedua, warga sempat menawarkan solusi berupa pembangunan jalan gundukan yang juga berfungsi sebagai tanggul penahan air. Saat itu, pihak pondok disebut menyatakan kesediaan ikut menanggung biaya pembangunan secara gotong royong. Namun, hingga mediasi ketiga digelar, realisasi solusi tersebut belum juga terlihat.

Warga Sepakat Kembalikan Tembok

Setelah tiga kali upaya dialog tanpa hasil dan ketidakhadiran pihak lawan pada mediasi terakhir, warga mengambil keputusan tegas. Salah satu pengurus kompleks, Dr. M. Rizal, menyatakan bahwa keputusan membangun kembali tembok merupakan bentuk tanggung jawab warga terhadap keamanan lingkungan dan upaya antisipasi banjir.

"Kami sudah membuka ruang dialog sampai tiga kali, tetapi malam ini pimpinan mereka tidak hadir. Sesuai kesepakatan bersama, demi keamanan dan mengantisipasi banjir masuk ke kompleks, kami warga Lalang Green Land 1 memutuskan akan membangun kembali tembok yang dijebol tersebut," ujar Dr. M. Rizal.

Warga menyatakan siap melakukan gotong royong untuk menutup kembali akses yang sebelumnya dibuka.

Minta Pemerintah dan Kepolisian Turun Tangan

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan aparat kepolisian dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan ini. Mereka meminta agar penyelesaian dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan guna mencegah terjadinya gesekan di lapangan.

Selain itu, warga juga berharap persoalan akses jalan, fungsi tembok pembatas, serta dampak terhadap sistem aliran air di kawasan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme yang disepakati bersama.

Hingga berita ini diturunkan, warga Lalang Green Land 1 menyatakan masih bersiap melakukan gotong royong untuk membangun kembali tembok pembatas kompleks.