Usulan Muhammadiyah untuk Juru Masak SPPG

Azhar 6 Sep 2026, 21:42
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sumber: Internet
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sumber: Internet

RIAU24.COM - Badan Pembina Harian (BPH) Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), Siti Noordjannah Djohantini mengusulkan setiap pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Muhammadiyah harus mengantongi sertifikat juru masak.

"Kita harus memiliki juru masak atau chef yang benar-benar ahli, karena Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terbiasa bekerja dengan ilmu yang diamalkan secara profesional," ujarnya dikutip dari rmol.id, Minggu 6 September 2026.

Menurutnya, pelaksanaan sertifikasi juru masak merupakan bagian dari sistem pengelolaan SPPG Muhammadiyah yang dibangun secara serius dan tidak sederhana. 

Dalam prosesnya, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengintegrasikan berbagai sumber daya, termasuk menggandeng perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang gizi.

Salah satunya adalah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) yang memiliki program studi gizi dengan akreditasi unggul. 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memastikan pengelolaan program pemenuhan gizi berjalan berdasarkan standar keilmuan dan profesionalitas.

"Sertifikasi jurumasak ini diharapkan dapat mencetak chef profesional tersertifikasi dari setiap SPPG. Jadi melalui program ini kami menekankan bahwa ini bukan untuk kepentingan sendiri. Maka, cara dakwah seperti inilah yang harus terus dijaga," ujarnya.