Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan, Berikut Harapan Bupati Bengkalis
RIAU24.COM - Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menghadiri pembukaan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXIX Tahun 2026, di gedung student center universitas riau, Pekanbaru, Selasa (8/9/2026).
Kehadiran Bupati Hj Kasmarni dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan profesional.
Pembukaan SNA XXIX Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama. Bupati Kasmarni turut mengambil bagian dalam prosesi tersebut bersama sejumlah tokoh dan undangan sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan simposium.
Dalam kesempatan itu, Bupati Hj Kasmarni menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya SNA XXIX yang dinilainya menjadi forum strategis dalam mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi, pemerintah, hingga kalangan profesional untuk membahas perkembangan dan tantangan di bidang akuntansi.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Simposium Nasional Akuntansi XXIX Tahun 2026 ini. Forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan para praktisi, khususnya dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan profesional,” ujar Kasmarni.
Menurutnya, akuntansi tidak hanya berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi memiliki peran strategis dalam memastikan setiap kebijakan dan penggunaan sumber daya publik dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan manfaat sebesar besarnya bagi masyarakat.
“Perkembangan ilmu dan praktik akuntansi memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang berkualitas. Karena itu, kita membutuhkan inovasi, kompetensi, serta tata kelola keuangan yang semakin baik,” jelasnya.
Hj Kasmarni berharap berbagai gagasan, hasil kajian, dan pemikiran yang lahir dari SNA XXIX dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu akuntansi sekaligus menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan publik dan pembangunan di daerah.
“Kami berharap berbagai gagasan dan pemikiran yang lahir dari simposium ini tidak berhenti pada forum akademik semata, tetapi dapat diterjemahkan menjadi inovasi dan praktik yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola keuangan dan pembangunan di daerah,” harapnya.
Lebih lanjut, Bupati Bengkalis menilai kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi semakin penting di tengah tuntutan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang semakin terbuka dan berbasis kinerja.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademisi dan para ahli untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya tepat secara administratif, tetapi juga memiliki dasar ilmiah, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pemerintahan yang baik membutuhkan data, pengetahuan, integritas, dan sistem yang kuat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para praktisi harus terus kita bangun dan perkuat,” tuturnya.
SNA XXIX Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus melahirkan rekomendasi strategis dalam menjawab berbagai dinamika pengelolaan keuangan, akuntabilitas, serta perkembangan praktik akuntansi di era transformasi digital.