Puluhan Karya Masuk, Sayembara Logo HUT Siak ke-27 Resmi Ditutup

Lina 11 Sep 2026, 19:30
Puluhan Karya Masuk, Sayembara Logo HUT Siak ke-27 Resmi Ditutup
Puluhan Karya Masuk, Sayembara Logo HUT Siak ke-27 Resmi Ditutup

RIAU24.COM - SIAK — Sayembara logo Hari Jadi Kabupaten Siak ke-27 resmi ditutup pada Kamis (10/9/2026) pukul 24.00 WIB. Hingga batas akhir pengumpulan, panitia mencatat sebanyak 26 karya putra-putri terbaik Kabupaten Siak telah diterima.

Ketua Panitia Sayembara Logo Hari Jadi Kabupaten Siak ke-27, Rozi Chandra, mengatakan seluruh karya yang masuk akan melalui proses penilaian oleh dewan juri dan panitia sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang mengikuti sayembara logo Hari Jadi ke-27 Siak. Karya yang masuk bagus-bagus,” kata Rozi yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Jumat (11/9/2026).

Rozi mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat meningkat cukup signifikan, terutama pada hari terakhir pendaftaran. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan hingga batas akhir untuk mengirimkan karya terbaik mereka.

Menurutnya, tingginya jumlah karya yang masuk menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Siak ke-27 yang akan diperingati pada 12 Oktober 2026 mendatang.

“Biarkan dewan juri dan panitia bekerja secara profesional. Tentu proses seleksi akan dilakukan secara objektif dan transparan,” tegasnya.

Rozi menekankan, aspek orisinalitas menjadi salah satu hal penting dalam proses penilaian. Logo yang nantinya terpilih diharapkan benar-benar merupakan hasil kreativitas peserta dan tidak menjiplak karya orang lain maupun menggunakan desain yang dibuat oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Kami berharap logo yang terpilih nantinya mampu merepresentasikan kaidah dan syarat yang telah ditetapkan panitia. Karya tersebut juga harus orisinal, bukan hasil menciplak karya orang lain atau desain AI, melainkan murni karya peserta sendiri,” jelas Rozi.

Ia mengatakan, keputusan untuk membatasi peserta sayembara bagi masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Siak bukan tanpa alasan. Kebijakan tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah daerah memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka.

“Kami sengaja membuka sayembara logo Hari Jadi Siak tahun 2026 dengan persyaratan peserta memiliki KTP Siak, karena kami memberikan kesempatan bagi putra-putri Siak untuk menampilkan karya-karya terbaiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rozi menjelaskan logo yang terpilih nantinya akan digunakan sebagai identitas resmi Hari Jadi Kabupaten Siak ke-27.

Logo tersebut diharapkan mampu menggambarkan semangat dan karakter Kabupaten Siak, khususnya nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.

“Logo terpilih nantinya akan menjadi identitas resmi HUT ke-27 Kabupaten Siak yang mencerminkan semangat dan karakter budaya Melayu, dengan tagline Siak Harmoni Melayu Lestari,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah proses pengumpulan resmi ditutup, seluruh karya akan masuk ke tahapan penilaian. Panitia memastikan proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan sejak awal.

Dinas Kominfo Kabupaten Siak selaku penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menyumbangkan ide serta kreativitas dalam sayembara tersebut.

“Dinas Kominfo sebagai penyelenggara mengapresiasi seluruh karya yang masuk. Bagi yang berhasil, karyanya terpilih, kita siapkan hadiah dan piagam penghargaan yang akan diserahkan pada puncak perayaan Hari Jadi Siak ke-27,” tutup Rozi.

Dengan ditutupnya sayembara, sebanyak 26 karya kini bersaing untuk menjadi logo resmi yang akan mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Siak ke-27 pada Oktober mendatang.(Lin)