Dari Desa Kecil Jadi Kota, Jejak RAPP Mendorong Perubahan Pangkalan Kerinci

Devi 15 Sep 2026, 20:04
Dari Desa Kecil Jadi Kota, Jejak RAPP Mendorong Perubahan Pangkalan Kerinci
Dari Desa Kecil Jadi Kota, Jejak RAPP Mendorong Perubahan Pangkalan Kerinci

RIAU24.COM PELALAWAN – Pangkalan Kerinci bukan lagi desa kecil seperti beberapa dekade lalu. Kawasan yang dahulu hanya dihuni sekitar 200 kepala keluarga itu kini berkembang menjadi kawasan perkotaan dengan populasi mencapai sekitar 100.000 jiwa.

Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan berkembangnya aktivitas operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit bisnis APRIL Group, di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Perubahan Pangkalan Kerinci tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah penduduk. Pergerakan ekonomi masyarakat, tumbuhnya pelaku usaha lokal hingga terbukanya lapangan pekerjaan ikut menjadi bagian dari transformasi kawasan tersebut.

Dalam menjalankan bisnisnya, RAPP mengusung filosofi 5C, yakni Community, Country, Climate, Customer, dan Company. Filosofi ini menempatkan masyarakat, negara, iklim, pelanggan dan perusahaan sebagai bagian yang saling berkaitan dalam keberlanjutan operasional.

Pengusaha Lokal Didorong Naik Kelas

Salah satu dampak yang dikedepankan RAPP adalah pengembangan usaha masyarakat sekitar.

Pelaku usaha lokal mendapatkan pelatihan, pendampingan hingga dukungan finansial untuk membangun dan mengembangkan bisnis. Sejumlah usaha tersebut bergerak di sektor yang berkaitan dengan kebutuhan operasional perusahaan, seperti penyedia tenaga kerja dan transportasi.

RAPP menyebut telah membantu lebih dari 180 pengusaha lokal. Dari pengembangan usaha tersebut, ribuan lapangan pekerjaan ikut tercipta di berbagai sektor, mulai dari bengkel otomotif hingga jasa katering.

Program tersebut membuat masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga didorong menjadi pelaku ekonomi di sekitar kawasan industri.

Petani Kelola 2.400 Hektare Lahan

Pemberdayaan juga menyasar sektor pertanian.

Melalui program Sistem Pertanian Terpadu, petani mendapatkan pelatihan mengenai teknik hortikultura modern, peningkatan produktivitas serta pengembangan jenis tanaman baru.

Para petani yang terlibat disebut mengelola sekitar 2.400 hektare lahan. Selain mendapatkan pendampingan, mereka juga memperoleh pelatihan melalui pusat pelatihan yang disediakan dalam program pemberdayaan masyarakat.

Langkah ini diarahkan untuk membuka sumber penghasilan alternatif sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan secara produktif.

Membatik hingga Menenun, Tradisi Dijadikan Sumber Penghasilan

Pemberdayaan masyarakat juga masuk ke ranah pelestarian budaya.

Sejumlah program dikembangkan untuk menjaga kerajinan tradisional sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya melalui program membatik yang menyasar perempuan di sekitar wilayah operasional.

Para perempuan mendapatkan pelatihan agar mampu menghasilkan produk batik yang memiliki nilai jual. Program serupa juga dilakukan melalui pengembangan kerajinan kain tenun dengan dukungan pelatihan dan peralatan produksi.

Dengan pendekatan tersebut, pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga tradisi, tetapi diarahkan menjadi sumber pendapatan bagi keluarga.

Dari Lapangan Industri hingga Arena Olahraga

Dukungan terhadap masyarakat juga merambah sektor olahraga.

RAPP mendukung pengembangan atlet-atlet muda melalui Future Athlete Training Centre yang didirikan pada 2007.

Pusat pelatihan tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan atlet muda di Kabupaten Pelalawan. Hingga 2017, pusat pelatihan ini tercatat telah menghasilkan 40 medali tingkat nasional, termasuk 19 emas, serta lima medali tingkat internasional, dengan dua di antaranya medali emas.

Program pembinaan tersebut sejalan dengan visi pendiri APRIL, Sukanto Tanoto, yang menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengembangkan potensi dirinya.

Pendidikan Jadi Investasi Jangka Panjang

Di sektor pendidikan, RAPP menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

Dukungan diberikan dalam bentuk beasiswa mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, pelatihan guru, serta penyediaan fasilitas dan perlengkapan sekolah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Transformasi Pangkalan Kerinci dari kawasan yang dahulu hanya dihuni sekitar 200 kepala keluarga menjadi kawasan dengan sekitar 100.000 penduduk menunjukkan perubahan besar yang terjadi dalam beberapa dekade.

Di tengah pertumbuhan industri, tantangannya bukan hanya bagaimana aktivitas ekonomi terus berkembang, tetapi juga bagaimana masyarakat sekitar ikut tumbuh dan memperoleh manfaat dari perubahan tersebut.

Bagi RAPP, pendekatan itu dirangkum dalam filosofi 5C: bisnis harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara, menjaga iklim, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan pada akhirnya menciptakan keberlanjutan bagi perusahaan.*** (rewrite)