MTQ Sabak Auh XX Dibuka, Pemkab Siak Pastikan Pembinaan Kafilah Terus Berjalan

Lina • 24 Sep 2026, 16:24
MTQ Sabak Auh XX Dibuka, Pemkab Siak Pastikan Pembinaan Kafilah Terus Berjalan
MTQ Sabak Auh XX Dibuka, Pemkab Siak Pastikan Pembinaan Kafilah Terus Berjalan

RIAU24.COM - SABAK AUH — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Sabak Auh ke-XX kembali digelar. Bagi Pemerintah Kabupaten Siak, kegiatan ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi bagian dari proses panjang membangun generasi Qurani sekaligus menyiapkan kafilah terbaik untuk membawa nama Siak ke tingkat yang lebih tinggi.

MTQ Kecamatan Sabak Auh ke-XX resmi dibuka Bupati Siak Afni Zulkifli di halaman Kantor Camat Sabak Auh, Kampung Bandar Sungai, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung 23 hingga 26 September 2026 tersebut mengusung tema “Melalui MTQ Kecamatan Sabak Auh, Kita Bangun Generasi Qurani yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah Menuju Masyarakat yang Agamis.”

Pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Laiskar Jaya, anggota DPRD Kabupaten Siak Salman Alfarizi dan M. Janhan Ali, alim ulama, tokoh masyarakat serta masyarakat Kecamatan Sabak Auh.

Sebanyak 203 kafilah dari seluruh kampung di Kecamatan Sabak Auh mengikuti perhelatan tersebut.

Namun, bagi para peserta, MTQ ini bukan hanya tentang menjadi juara. Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang nantinya dipersiapkan mewakili Kecamatan Sabak Auh pada MTQ tingkat Kabupaten Siak pada November mendatang.

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan kafilah di Kabupaten Siak. Para juara di tingkat kecamatan diharapkan tidak berhenti setelah menerima penghargaan, tetapi terus mendapatkan pembinaan agar mampu berkembang dan bersaing pada tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, pelaksanaan MTQ akan terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Siak.

“Insyaallah event MTQ tidak akan hilang dari Negeri Istana,” kata Afni dalam sambutannya.

Menurut Afni, perjalanan kafilah Kabupaten Siak pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, serta keberhasilan kafilah Siak pada tingkat nasional, menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan memiliki peran penting dalam melahirkan prestasi.

Karena itu, proses seleksi dan pembinaan kafilah harus terus diperbaiki. Pemerintah tidak hanya dituntut mencari peserta terbaik, tetapi juga memastikan para qari dan qariah mendapatkan ruang serta fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kemampuan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Siak bersama DPRD Kabupaten Siak komit untuk tetap melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran dan memberikan perhatian serta pembinaan kepada LPTQ Kabupaten Siak, dengan memberikan fasilitas yang memadai untuk membentuk kafilah-kafilah yang hebat,” ujarnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan prestasi Siak di berbagai tingkatan.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Afni memastikan pembinaan Al-Qur’an tetap mendapat perhatian pemerintah daerah. Bahkan, ia menyebut anggaran untuk pembinaan tetap dipertahankan dan ditambah.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara sederhana, namun penghargaan terhadap peserta yang mengikuti seleksi maupun mereka yang berhasil meraih prestasi harus tetap menjadi perhatian.

“Efisiensi saat ini tidak akan menyentuh Al-Qur’an. Salah satunya anggaran pembinaan yang tetap, bahkan ditambah. Buat sesederhana mungkin, tetapi utamakan penghargaan untuk mereka yang mengikuti seleksi dan berprestasi,” tegasnya.

Bagi Pemkab Siak, keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari jumlah piala yang berhasil dibawa pulang. Ada proses panjang yang juga harus dihargai, mulai dari keberanian peserta mengikuti seleksi, ketekunan mereka berlatih hingga peran para guru, ustaz dan ustazah yang membimbing.

Sebab, seorang qari maupun qariah tidak lahir secara instan. Di balik satu penampilan di atas panggung, terdapat proses belajar, latihan dan pembinaan yang panjang.

Karena itu, pembinaan kafilah dipandang sebagai investasi jangka panjang. Hasilnya bukan hanya prestasi di arena MTQ, tetapi juga lahirnya generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, memiliki kecerdasan dan tumbuh dengan akhlakul karimah.(Lin)