Kasus Keracunan Akibat MBG Meningkat, Mengapa Belum Ada Tersangka?
RIAU24.COM - Kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjatat terjadi pertama kali di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 16 Januari 2026.
Dari lebih 40.000 kasus dugaan keracunan MBG di Indonesia, "kasus di Sidoarjo harus menjadi titik berhenti," kata Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur.
Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga keracunan setelah menyantap menu MBG, Selasa (01/09).
Otoritas setempat menyatakan telah menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalitengah, yang menyediakan menu makanan MBG bagi ratusan santri.
Menurut Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), penyetopan sementara SPPG Kalitengah saja tidak cukup.
Kenapa belum ada tersangka?
Kasus keracunan MBG yang memicu pertanyaan adalah pada siswi SMK Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Febi Yona Purba tak kunjung membaik.
Bahkan, keluarga meyebut Febi itu mengalami kejang, susah bicara hingga gangguan ingatan.
Keluarga Febi Yona memilih menempuh jalur hukum setelah menilai belum ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Kuasa hukum korban, Aslia Rubianto, mengatakan laporan telah disampaikan ke Polres Tanah Karo pada 31 Agustus 2026.
Menurut Aslia, ada tiga pihak yang dilaporkan, yakni SPPG terkait, Badan Gizi Nasional (BGN), dan guru.
Selain menempuh jalur pidana, tim kuasa hukum juga menyiapkan gugatan perdata terkait kasus keracunan MBG tersebut.
Bantahan Dinkes Sumut
Dinas Kesehatan Sumatera Utara membantah kabar yang menyebut Febi Yona Purba, korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, mengalami gangguan ingatan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, mengatakan hasil pemeriksaan medis terhadap Febi Yona menunjukkan fungsi otaknya dalam kondisi normal.
Menurut Faisal, pemeriksaan Electroencephalography (EEG) yang dilakukan di RSU Haji Medan dan RSUP H Adam Malik juga tidak menunjukkan kelainan.
"Hasil asesmennya normal, secara medis juga sudah bagus. Dua referensi dari Rumah Sakit Haji Medan dan Rumah Sakit Umum Provinsi Haji Adam Malik hasilnya bagus dan EEG-nya normal," kata Faisal di Kantor Dinkes Sumut, Kamis (10/09), sebagaimana dikutip Kompas.com.
Faisal menyebut Febi Yona memang sempat mengalami kesulitan mengingat ketika baru sadar, tetapi kondisi tersebut bersifat sementara.
"Enggak ada ([gangguan ingatan]. Sekarang sudah normal. Dan itu efek dari rasa sakit yang dialaminya berlebihan," kata Faisal.
(***)