Rocky Gerung: Koperasi Desa Jadi Transformasi Ekonomi, Harus “Bertengkar” dengan Pemilik Modal

Zuratul • 8 Oct 2026, 16:50
Rocky Gerung Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). (Foto: Riau1.com)
Rocky Gerung Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). (Foto: Riau1.com)

RIAU24.COM - Akademisi sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menilai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional.

Menurut Rocky, penguatan koperasi diperlukan untuk menciptakan keseimbangan dalam struktur perekonomian nasional yang selama ini didominasi sektor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).

Hal itu disampaikan Rocky dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 di Jakarta, Senin (5/10).

Dalam forum tersebut turut hadir Presiden Lajnah Tanfidziah Pimpinan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva dan Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam Ferry Juliantono.

Rocky mengatakan koperasi tidak semestinya hanya dipandang sebagai institusi atau bangunan, tetapi sebagai gerakan ekonomi masyarakat.

"Sesuatu yang dibatasi institusi mengakibatkan kita berpura-pura dengan pikiran, saya nggak mau itu. Gerakan koperasi revolusi ekonomi Indonesia. Kantor koperasi yang dicatat publik. Jadi koperasi itu bukan bangunan tapi gerakan," kata Rocky.

Ia menilai semangat Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong ekonomi konstitusi melalui program KDKMP perlu ditempatkan sebagai bagian dari perubahan struktur ekonomi.

Rocky mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program tersebut. Namun, menurut dia, persoalan yang menjadi sorotan publik tidak semestinya menghentikan pengembangan koperasi yang memiliki landasan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Rocky juga menyoroti posisi koperasi yang dinilai belum memperoleh penguatan sebanding dengan korporasi dan BUMN dalam struktur perekonomian nasional.

"Konstitusi kita mengenal tiga player, korporasi, BUMN dan koperasi untuk menghasilkan solidaritas. Dalam praktiknya koperasi hanya menemukan tetesan CSR dari korporasi," ujarnya.

Menurut Rocky, kebijakan pemerintahan Prabowo yang mendorong penguatan koperasi menunjukkan adanya perubahan arah dalam struktur ekonomi.

"Sejak Presiden Prabowo ini diubah, maka benar ini adalah transformasi ekonomi meski harus bertengkar dengan para pemilik modal," kata dia.

Rocky juga mengaitkan nilai koperasi dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Menurut dia, semangat kebersamaan yang menjadi dasar koperasi memiliki keterkaitan dengan seluruh sila dalam Pancasila.

"Mulai dari sila pertama hingga kelima di dalam Pancasila, semuanya memiliki makna yang dalam yang relevan dengan apa yang terkandung di dalam nilai-nilai koperasi," ucapnya.

Karena itu, Rocky menilai penguatan koperasi di tingkat desa membutuhkan dukungan negara. Dukungan tersebut dinilai penting agar koperasi tidak sekadar menjadi program kelembagaan, tetapi berkembang sebagai gerakan ekonomi yang mandiri dan menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat.

(zar)